Adapun untuk penanganan bangunan masyarakat yang mengalami kerusakan, kata Ana Rudia Nugraha, saat ini masih melakukan kordinasi dengan pemerintahan desa setempat untuk melakukan komunikasi dengan beberapa instansi pemeritah daerah.
“Penanganan kerusakan, itu ada beberapa rumah yang rusak sedang atau rusak berat, hingga ada yang tidak bisa ditempati memang sekarang, kita dengan pemdes sedang melakukan komunikasi dengan intens dan sudah menyampaikan kepada pihak-pihak seperti baznas, sudah sampaikan permohonan bantuan pembangunan,” terangnya.
Berdasarkan data terbaru yang didapatnya dampak banjir akibat luapan sungai Cikaso sebanyak 12 unit rumah mengalami rusak berat dengan berbagai kategori, 33 unit rusak sedang dan satu unit rusak ringan.
“Dengan total sebanyak 225 kepala keluarga terdampak dan sebagian dari jumlah itu sempat mengungsi di posko setempat yang telah disediakan, sekarang sudah kembali lagi ke rumah masing masing,” ucapnya.(cr2/d)






