Tukang Ngarit di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi Diseruduk Mobil Pick Up

Tukang Ngarit di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi
Tukang Ngarit di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi Diseruduk Mobil Pick Up

SUKABUMI — Seorang pencari rumput diseruduk mobil Suzuki Carry Pick Up bernomor polisi F 8717 VG di pinggiran ruas Jalan Lingkar Selatan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat pada Senin (16/05) siang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa laka lantas yang terjadi sekira pukul 11.30 WIB tersebut. Hanya saja, seorang warga setempat yang bernama Encep Samsudin saat tengah mengambil rumput mengalami luka hingga harus dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Bacaan Lainnya

Sopir mobil Pick Up, Pandi (27 tahun) mengatakan, peristiwa laka lantas itu, terjadi bermula saat ia mengendarai mobil Pick Up yang melaju dari arah Cibolang Cisaat menuju Terminal Kota Sukabumi. Sewaktu di lokasi kejadian, tiba-tiba ada kendaraan sepeda motor yang belok ke kanan secara tiba-tiba.

“Jadi saya kaget waktu itu, karena di pinggir mobil saya ini tiba-tiba ada satu motor yang belok ke kanan tepat ke depan mobil,” kata Pandi pada Senin (16/05).

Untuk menghindari kecelakaan lalu lintas, sambung Pandi, akhirnya ia mengaku telah membanting stir kendaraan yang dikemudikannya ke kiri badan jalan. Setelah itu, mobil tesebut langsung masuk ke parit jalan raya.

“Saat itu, jujur saya tidak melihat ada orang yang sedang mengambil rumput yang ada di bawah parit itu. Hingga akhirnya ia ketabrak di bawah sama mobil. Tapi alhamdullillah hanya luka di dagu saja dan orangnya sudah dibawa berobat dan sekarang korbannya sudah pulang ke rumahnya,” bebernya.

Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Jajat Munajat kepada Radar Sukabumi mengatakan, dirinya mengaku setelah mengetahui kejadian tersebut, ia langsung menginstruksikan sejumlah anggotanya untuk segera meninjau lokasi kecelekaan lalu lintas untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, kecelakaan itu diduga akibat human error atau tidak hati-hatinya para pengendara lalu lintas,” kata Jajat kepada Radar Sukabumi pada Senin (16/05).

Kuat dugaan kecelakan lalu lintas itu, karena human error. Lantaran, saat mengendarai kendaraannya mereka diduga kurang hati-hati dan kurang konsentrasi serta tidak memperhatikan arus lalin yang berada di sekitarnya. Sehingga, sesampainya di tempat kejadian perkara, kecelakaan lalulintas kendaraan tersebut tak bisa terhindarkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar