KABUPATEN SUKABUMI

Mobil Pick Up Bermuatan BBM Terbakar di Kalapanunggal

×

Mobil Pick Up Bermuatan BBM Terbakar di Kalapanunggal

Sebarkan artikel ini
DIPADAMKAN : Petugas Damkar saat berupaya memadamkan api yang membakar mobil Pick Up bermuatan BBM di Kampung Pajagan, RT 01/02, Desa/Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (04/04) pagi. (FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)
DIPADAMKAN : Petugas Damkar saat berupaya memadamkan api yang membakar mobil Pick Up bermuatan BBM di Kampung Pajagan, RT 01/02, Desa/Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (04/04) pagi. (FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI  – Mobil Pick Up Mitsubishi T 120 SS bermuatan jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM), terbakar hebat di ruas Jalan Raya Kalapanunggal, tepatnya di Kampung Pajagan, RT 01/02, Desa/Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (04/04) pagi. 

Kejadian ini menarik perhatian warga sekitar dan para pengendara yang melintas, sehingga sempat menjadi tontonan di lokasi kejadian.

Bank bjb Tandamata

Danpos Damkar Kalapanunggal, Remon mengatakan, bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 07.15 WIB. “Awalnya laporan tidak lewat telepon, tapi warga langsung datang ke pos kami dan memberitahu bahwa ada kebakaran,” kata Remon pada Jumat (04/04).

Menurut Remon, mobil pick up tersebut membawa jerigen berisi BBM, yang diduga merupakan kendaraan penyalur bahan bakar. “Melihat kronologinya, sepertinya mobil ini memang digunakan untuk mendistribusikan BBM,” tambahnya.

Setelah menerima laporan, Damkar Kalapanunggal segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun, karena api membesar dan dikhawatirkan terjadi ledakan, tim Damkar meminta bantuan dari Pos Damkar Cibadak. “Jadi, total ada dua unit mobil pemadam dengan delapan personel yang dikerahkan,” jelas Remon.

Ia mengakui bahwa pemadaman sempat mengalami kesulitan karena bensin yang terbakar semakin menyebarkan api saat disiram air. “Kami harus mengantisipasi dari segala sisi dulu, memastikan lingkungan sekitar aman sebelum mengeksekusi pemadaman utama,” katanya.

Remon juga menyebutkan bahwa pemadaman BBM idealnya menggunakan bahan kimia berbentuk serbuk, namun saat kejadian timnya tidak memiliki persediaan tersebut. “Tapi, Alhamdulillah, api bisa ditangani dengan bantuan Kodim, Babinsa, dan Polsek setempat,” imbuhnya.