KABUPATEN SUKABUMI

Truk Tepung Nyaris Terbalik

CIBADAK — Mengalami patah as roda belakang, truk bermuatan tepung nyaris terbalik di tanjakan Pamuruyan, Jalan Nasional, Kecamatan Cibadak, kemarin (1/3).

Beruntung sang sopir bisa mengendalikan kendaraan bernopol D 9496 UA itu dengan membanting setirnya ke arah kiri hingga akhirnya berhenti setelah roda kendaraan masuk ke drainase jalan.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula ketika truk melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Sampai di pertengahan tanjakan Pamuruyan, kendaraan yang dikemudikan Ade Mahpudin (50) ini tiba-tiba terhenti.

Khawatir badan kendaraan menimpa pengendara lain, Ade pun langsung membanting setir ke arah kiri hingga ban belakang masuk ke dalam drainase.

Kepada Radar Sukabumi, Ade Muhpudin (50) mengatakan, dirinya melaju dari Padalarang menuju Bogor untuk mengantar tepung.

Sialnya, mobil yang dinahkodainya itu malah bermasalah pada as roda hingga tidak bisa melalui tanjakan Pamuruyan. “Tidak kuat menanjak karena bawa muatan tepung 8 ton, lalu patah as dan oleng hingga akhirnya saya banting setir ke luar jalan utama supaya menghindari pengendara lain,” kata Ade Mahpudin di lokasi kejadian.

Ade mengaku tidak kali ini saja ia mengangkut barang, hampir setiap hari dirinya melalui jalan tersebut tetapi baru pertama kali mengalami insiden patah as. “Alhamdulillah warga di sini banyak yang peduli dan membantu untuk mengevakuasi mobil saya yang terperosok,” ujarnya.

Meskipun mengalami kecelakaan, namun Ade masih bersyukur karena hanya kendaraan saja yang terperosok. Ia pun mengaku akibat kejadian yang menimpanya, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan. “Alhamdulillah saya masih selamat, kalau kerugian sih ya lumayan lah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Sukabumi, Iptu Nandang Herawan menerangkan, setelah
mendapatkan informasi dari warga setempat dirinya menugaskan anggota untuk melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. “Ya, memang mobilnya bermuatan berat sehingga as tidak bisa menahan beban dan akhirnya patah,” terang Nandang.

Setelah petugas dibantu warga setempat, dalam kurun waktu sekitar dua jam mobil tersebut akhirnya bisa dievakuasi. “Sekarang sudah dilakukan evakuasi dan mobilnya tengah diperbaiki,” imbuhnya.

Supaya insiden ini tidak kembali terjadi, Nandang pun menghimbau kepada para pengendara agar selalu waspada ketika berkendara dan memastikan kendaraan dalam keadaan normal.

Yang paling penting ia menegaskan, semua pengendara wajib mematuhi aturan lalu lintas. “Ini tentunya akan bisa meminimalisir dampak dari kecelakaan,” pungkasnya. (Bam/d)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *