KABUPATEN SUKABUMI

TNI Amankan Sembilan Pelajar

×

TNI Amankan Sembilan Pelajar

Sebarkan artikel ini

CIBADAK – Sembilan pelajar SMP Negeri 1 Kadudampit terpaksa diamankan anggota TNI dari Koramil 0711 Cibadak, akhir pekan lalu.

Diduga, para anak baru gede (ABG) ini akan melakukan tawuran dengan sekolah lain di wilayah Cibadak.

Bank bjb Tandamata

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, diketahuinya para pelajar itu akan melakukan tawuran, setelah anggota TNI mendapati mereka disebuah truk dan berpapasan dengan pelajar dari sekolah lain.

Sempat terjadi baku hantam, namun beruntung tidak berlangsung lama karena langsung dilerai anggota TNI.

Anggota Koramil 0711 Cibadak, Peltu Kili Bati Tuud menjelaskan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13:00 WIB itu sempat terjadi aksi saling lempar. Pelajar yang berada di truk, mendapat serangan dari pelajar sekolah lain.

“Sempat terjadi aksi saling lempar. Kami yang melihat itu, langsung bergerak mengamankan mereka. Dari sekian puluh pelajar yang terlibat tawuran, sembilan orang berhasil kami amankan,” ujar Kili kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Diakui Kili, di jalur Cibadak ini, setiap akhir pekan rawan terjadi aksi tawuran. Karena hal itu, mengantisipasi insiden yang tidak diinginkan, pihaknya terus melakukan pemantauan disetiap jalur Cibadak, khususnya dititik yang kerap terjadi tawuran.

“Setiap akhir pekan memang sering terjadi tauran, untuk itu kami ikut membantu dalam mengantisipasi terjadinya tawuran,” imbuhnya.

Dari sembilan pelajar yang diamankan, anggota menemukan satu buah gir motor diikat dengan sabuk karate. Diduga, alat tersebut akan digunakan pada saat tawuran.

“Mereka kami berikan pembinaan supaya ada efek jera, selanjutnya pihak sekolah dan orang tua siswa kami panggil untuk menjemput mereka,” bebernya.

Dari pengakuan pelajar, masih kata Kili, kesembilan siswa itu diajak oleh salah seorang murid untuk naik kendaraan terbuka saat pulang ke arah Cibadak.

“Pengakuannya hanya jalan-jalan saja. Namun setelah diintrogasi, ternyata ada pihak yang mengajak mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Kadudampit, Asep Budi tak menampik bahwa sembilan pelajar yang diamankan anggota TNI itu merupakan peserta didik di lembaga pendidikannya.

Dengan kejadian itu, Asep mengaku akan lebih memperketat pengawasan dan pembinaan kepada seluruh muridnya.

“Ini memang peserta didik di sekolah kami, dengan kejadian ini kami bakalmeningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada mereka,” pungkasnya singkat. (cr15/t)