“Ini bukan hanya soal pengobatan, tapi juga soal kelangsungan hidup keluarganya. Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.
Kisah Rahmat mencerminkan betapa masyarakat miskin rentan terjebak dalam lingkaran antara sakit dan kemiskinan. Ketika sakit datang, ekonomi lumpuh. Ketika ekonomi terpuruk, akses kesehatan pun terhambat.
Meski begitu, semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih menyala di tengah masyarakat. Dukungan warga dan pemerintah desa menjadi harapan bagi Rahmat untuk terus bertahan. “Saatnya kita bergandengan tangan. Ini soal kemanusiaan,” pungkas Dadan.(den/d)






