SUKABUMI – Rahmat (44), warga Kampung Bojonggaling, RW 02, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, tengah berjuang melawan penyakit gagal ginjal stadium dua, gangguan paru-paru, dan diabetes. Tubuhnya kian melemah, sementara kondisi ekonomi keluarganya terus terpuruk.
Sabtu siang (18/10/2025), warga bersama Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani, mengevakuasi Rahmat ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan perawatan medis. Evakuasi ini dilakukan setelah kondisi Rahmat memburuk dan membutuhkan penanganan segera.
Namun, proses pengobatan sempat terkendala karena kartu BPJS Kesehatan milik Rahmat dinonaktifkan secara otomatis akibat kendala administrasi. Tanpa kartu aktif, ia tak bisa mengakses layanan rumah sakit.
“Keluarga sempat bingung karena tidak mampu berobat secara mandiri. Kami langsung bantu proses reaktivasi BPJS melalui Dinas Sosial,” ujar Dadan, Minggu (19/10).
Setelah melalui proses administratif, kartu BPJS Rahmat berhasil diaktifkan kembali. Ia pun segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sebelum sakit, Rahmat dikenal sebagai pekerja serabutan yang mengandalkan penghasilan harian untuk menghidupi istri dan tiga anaknya. Kini, setelah tak lagi mampu bekerja, keluarganya kehilangan sumber penghasilan utama.
Pemerintah Desa Kebonpedes telah menyalurkan bantuan berupa BLT Dana Desa dan paket sembako. Namun, Dadan mengakui bantuan tersebut belum cukup untuk menopang kebutuhan hidup keluarga Rahmat dalam jangka panjang.






