Lebih lanjut Kamaludin menjelaskan, bahwa saat ini pembangunan Rumah Sakit Baznas Bebeza itu, sudah memasuki tahap pengerjaan pondasi. Ia optimistis pembangunan akan terus berprogres dengan cepat agar target operasional dalam waktu satu tahun bisa tercapai.
“Kami mulai membangun dari Februari 2025 kemarin. Kami juga berharap infak dari masyarakat terus mengalir, karena kami memiliki kewajiban mencicil pembayaran kepada kontraktor sebesar Rp500 juta per bulan,” jelasnya.
Respons masyarakat terhadap pembangunan Rumah Sakit Baznas Bebeza pun sangat positif. Masyarakat menyambut dengan antusias karena keberadaan Rumah Sehat ini akan sangat membantu masyarakat, khususnya kaum dhuafa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.
Pihaknya menambahkan, bahwa Rumah Sehat BAZNAS Bebeza ini, nantinya akan menyediakan layanan dokter umum, beberapa dokter spesialis, dan fasilitas rawat inap, meskipun dalam kapasitas terbatas.
“Insyaallah, meskipun tidak banyak, layanan rawat inap akan tersedia. Kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan akses kesehatan gratis untuk masyarakat tidak mampu,” pungkasnya. (den/d)




