SUKABUMI – Satu unit rumah warga di kampung Pamoyanan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi alami rusak berat setelah dinding bangunan ambruk akibat tergerus tanah tebing yang longsor.
Tidak hanya itu, akibat tanah tebing yang longsor tersebut juga mengancam dua rumah warga lainnya yang berada berdekatan dengan rumah korban diketahui dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa milik Riki Subagja.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan Dandi Sulaeman mengatakan, peristiwa ambruknya dinding rumah milik Riki pada bagian tengah dan dapur tersebut terjadi Minggu, (15/12/2024) sekitar pukul 18.00 Wib.
Saat itu, kata Dandi berdasarkan keterangan saksi di lapangan kondisi cuaca tengah hujan dengan intensitas lama, tiba tiba dinding setinggi 3 meter dengan lebar 6 meter ambruk tergerus tanah tebing yang longsor.
“Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam.peristiwa itu, korban mengalami kerugian materi,” ujar Dandi saat dikonfirmasi Radar Sukabumi. Senin, (16/12/2024).
Lanjut Dandi, dengan adanya peristiwa tersebut juga kondisi saat ini rumah tidak bisa dihuni, sehingga keluarga korban terpaksa mengungsi ke rumah dan tetangga terdekatnya berikut dengan perabotan dan peralatan isi rumah.
“Hasil assesment bersama jajaran forkompimcam kebutuhan mendesak bahan makanan pokok, alat dapur karena sebagian rusak dan juga terpal,” terangnya.
Tidak hanya itu, kata Dandi lagi bencana tanah longsor setinggi 5 meter dengan panjang 12 meter juga terjadi di kampung Leuwi Gadog, Desa Loji, Kecamatan Simpenan pada Senin, (16/12/2024) sekitar pukul 05.00 Wib pagi hari.
“Material longsor berupa tanah dan batu sempat menimpa ruas jalan desa menghubungkan kampung Cisaat dan Lewi Gadog,” bebernya.
Sehingga, tegas Dandi akses jalan tersebut hanya bisa dilalui pejalan kaki dan roda dua dengan hati hati, namun berkat kesigapan dari para personel gabungan dari jajaran forkopimcam Simpenan dipimpin camat, berhasil mengevakuasi material longsoran.
“Butuh waktu lumayan lama untuk proses evakuasi itu, sekarang akses roda empat bisa dilalui dan jalan kembali normal. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini,” ucapnya.
“Hasil tinjauan lapangan dengan jajaran forkompimcam, masyarakat sekitar dihimbau agar tetap waspada mengingat kondisi saat ini musim penghujan diprediksi bisa berlangsung lama dan berpotensi tebing longsor susulan,” imbuhnya. (ndi/d).






