Untuk itu saat ini, Ia terus mendatangkan lebah-lebah tersebut dari Ciemas dan Cisolok dengan cara tradisional menggunakan bambu. Namun, untuk menjaga kelangsungan produksi, Ia memindahkannya ke dalam kotak khusus sehingga koloni lebah dapat terus berproduksi setelah panen.
“Kedepan untuk memberikan pengalaman yang lebih berkesan, pengunjung dapat berinfaq sekitar Rp5.000 untuk menikmati berbagai fasilitas seperti ayunan dan mencicipi madu hasil panen langsung dari sarangnya,” terangnya.
Selain itu, kata Nanan lagi madu Trigona yang dijual di taman ini dihargai sekitar Rp100.000 per 250 ml, karena khasiatnya yang dipercaya dapat membantu menyembuhkan penyakit diabetes.
“Ke depannya, taman wisata lebah ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas tambahan seperti panggung kreasi untuk acara keluarga, area bermain anak-anak, kafe, serta produk olahan lebah seperti minuman madu kelapa dan teh bunga Telang,” paparnya
“Kami juga berencana menjadikan taman ini sebagai pusat kuliner herbal dengan bahan utama madu, serta memberdayakan warga Cisolok yang tertarik untuk membudidayakan lebah,” imbuhnya.
Nanan berharap, inovasi ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal melalui program pemberdayaan lebah.
“Lebah-lebah ini kami suplai, dan saat panen, kami akan membeli kembali madunya dari warga yang berminat untuk ikut membudidayakan,” pungkasnya. (Ndi)






