CISOLOK – Terletak di wilayah Kecamatan Cisolok, tepatnya di sekitar pantai Karanghawu, potensi wisata alam yang melimpah semakin dikembangkan melalui inovasi baru yang digagas oleh seorang warga lokal, Nanan (45).
Berawal dari kegemarannya dalam budidaya lebah, Nanan menciptakan Taman Wisata Lebah Leavicep (Trigona) dan Itama, sebuah inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan wisata pantai Karanghawu Cisolok
Nanan menceritakan, inspirasi awal muncul dari hasil budidaya lebahnya yang berhasil, awalnya hanya mencoba dengan 20 koloni lebah, ternyata menghasilkan sesuai yang diharapkannya yakni memiliki potensi bagus. Sehingga dari situlah Ia berpikir, budidaya lebah bisa jadi peluang untuk mengembangkan desa wisata.
Sehingga, dengan semangat pemberdayaan masyarakat, Nanan yang juga merupakan relawan inspirasi Rumah Zakat, berkoordinasi dengan kepala desa untuk mencari lahan yang bisa digunakan sebagai lokasi pengembangan taman wisata lebah.Setelah melalui survei, lahan yang sebelumnya berupa hutan lebat diubah menjadi taman edukasi yang ramah untuk segala umur.
Yang mana menurut Nanan, lebah yang dibudidayakan di taman ini merupakan jenis lebah yang tidak bersengat, sehingga aman bagi pengunjung.
“Taman ini nantinya diharapkan bisa menjadi tempat edukasi bagi masyarakat, khususnya tentang lebah Trigona atau Kelulut dalam bahasa Malaysia, yang dikenal juga dengan nama Teweul di Sunda,” jelasnya.
Nanan menambahkan, lebah Trigona dikenal sebagai lebah yang cerdas, mampu masuk ke dalam celah-celah kecil untuk mencari nektar. Kini, taman wisata yang tengah dikembangkannya tersebut sudah memiliki 45 koloni lebah, dan rencananya akan terus dikembangkan seiring dengan peningkatan jumlah pengunjung.






