Sulap GoFood ‘Bakar’ Semangat UMKM di Sukabumi

Selama dua tahun berturut-turut, GoFood berkomitmen untuk membangun perekonomian dari sektor UMKM diseluruh pelosok negeri. (GoFood for Radar )

SUKABUMI — Iwan Kustiawan (45) salah pedagang ayam pecel di wilayah Sukabumi, tepatnya di Jalan Raya Cisaat Kabupaten Sukabumi terlihat sibuk menggoreng daging ayam dagangannya. Tepat pukul 19:55 WIB terlihat dagangan yang ini jajakan setiap malam sudah setengah habis terjual, padahal pembelinya tak cukup banyak yang datang ke lapaknya, mengingat kondisi Kabupaten Sukabumi masih pemberlakukan PPKM Level III.

Sidik punya sidik Iwan yang merupakan warga asli Garut ini sudah dua tahun yang lalu berjualan dengan menggunakan platform Go-Food milik Go-Jek. Sambil mengoreng pesanan pelanggannya dirinya bercerita, bahwa dalam awal-awal corona masuk ke wilayah Sukabumi jualan sempat sepi bahkan nyaris gulung tikar mengingat pemerintah memberlakukan jam jualan yang hanya sebentar.

Bacaan Lainnya

Namun, perlahan tapi pasti dirinya mencoba berinovasi pernjualan di platform Go-Food dengan merubah menu dan masakan lebih menarik lagi. “Ya awal-awal menggunakan platform Go-Food milik Go-Jek tidak terlalu serius, hanya satu dua yang pesan. Namun, seiring berjalan waktu dan konsultasi yang kepada sudah yang berpengalaman jualan saya ada peningkatan, bahkan dalam beberapa bulan terakhir jualan daging ayam goreng saya tak sampai larut malam. Ya paling malam sekarang pukul 21:30 WIB sudah habis, “terangnya.

Menurutnya, dirinya melanjutkan cerita betapa dagangannya, pelan-pelan menjadi semakin laris dan dengan mudah menjangkau pelangan yang tadinya tidak mengenal dagangannya menjadi kenal karena ciri khas bumbu sambal yang berbeda dengan pecel lain. Dirinya bercerita awalnya bergabung dengan Go-Food untuk coba-coba saja, karena pengantarannya gratis.

Namun selang beberapa waktu hadir di Go-Food ternyata pelan-pelan penjualannya naik. Jongko dagangannya yang berada di Cisaat saat ini tak hanya menjangkau wilayah itu saja, tetapi ada dari kecamatan lain seperti Cicantanyan dan perbatasan kota memesan lewat GoFood. “Sekarang orderan sehari bisa sampai 100 lebih paket terjual pada pelanggan, kalau persentasenya dulu 70 offline 30 online sekarang malah terbalik, karena mungkin selain orang malas keluar juga kondisi cuaca yang sering hujan, “terangnya.

MELANYANI : Iwan Kustiawan (45) salah pedagang ayam pecel di Sukabumi saat melanyani salah seorang pelanggannya, dalam satu hari dirinya mampu menghabiskan 50 sampai 100 porsi. (foto : Handi Radar Sukabumi)

Ayah dari dua anak ini juga bercerita, waktu ramai pesanan lewat Go-Food biasanya terjadi pada hari kerja-kerja, kalau hari libur tidak begitu meski kadang sama kalau cuaca hujan datang. Orang yang juga mantan Altlet Panco Kabupaten Sukabumi ini, bergabungnya dengan Go-Food memberi manfaat tambahan.

Diketahui, berdasarkan hasil Riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (LD FEB UI) mengungkapkan fakta bahwa pengusaha pemula yang memanfaatkan fitur Go-Food meningkat 47 persen di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 sebesar 30 persen.

“Riset ini merupakan penelitian keempat terkait dampak ekosistem Gojek yang kami lakukan setiap tahunnya. Bila tahun lalu temuan utama riset kami menemukan bahwa ekosistem Go-jek membantu mitra bertahan di tengah pandemi, riset tahun ini menunjukkan bahwa mayoritas mitra dalam ekosistem Go-jek mulai mengalami pemulihan pendapatan dibandingkan awal pandemi,” ujar Alfindra dalam siaran resmi, Kamis.

“Hal itu menunjukkan ekosistem Gojek membantu percepatan proses pemulihan pada mitranya,” kata Alfindra.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *