SUKABUMI – Pasca pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi global, Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP TSK SPSI) PT Glostar Indonesia (GSI) I Cikembar, mengklaim jumlah order untuk tujuan ekspor telah meningkat tajam.
Ketua PUK SP TSK SPSI PT GSI I Cikembar, Mulyadi kepada Radar Sukabumi mengatakan, bahwa perbaikan kondisi ini diiringi dengan peningkatan jumlah karyawan. “Dari Desember 2023 hingga Oktober 2024, terdapat perekrutan, yang terlihat dari bertambahnya anggota SPSI dari 10 ribu menjadi 17 ribu,” kata Mulyadi kepada Radar Sukabumi pada Selasa (15/10).
Mulyadi menambahkan, saat ini PT GSI Cikembar mampu memproduksi sekitar 2 juta pasang sepatu per bulan. Ini merupakan peningkatan signifikan, jika dibandingkan dengan masa krisis ekonomi global dan masa pandemi Covid-19, ketika produksi hanya mencapai 700 ribu hingga 800 ribu pasang per bulannya.
“PT.GSI Cikembar perlahan-lahan berangsur membaik, dan yang kami rasakan serta yang kami pantau itu, selaku serikat di PT GSI Cikembar itu, Alhamdulillah ada peningkatan pada jumlah order yang kami tahu itu dari perbulannya,” paparnya.
“Kami mengklaim bahwa peningkatan order ini sangat signifikan setelah periode sepi akibat pandemi dan krisis ekonomi global,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa buruh di bagian produksi kini sering lembur untuk memenuhi permintaan yang tinggi, baik di Blok A maupun di Blok B.
Jumlah perekrutan karyawan di PT GSI Cikembar dapat dilihat dari penambahan anggota PUK SPSI PT GSI Cikembar yang meningkat dari 10 ribu menjadi 17 ribu. “Data ini belum termasuk buruh yang tidak tergabung dalam serikat atau yang bergabung dengan serikat lain,” timpalnya.
“Harapan PUK SPSI PT GSI Cikembar adalah agar pihak perusahaan dapat mempertahankan banyaknya order ini demi keberlangsungan dan kesejahteraan para pekerja,” pungkasnya. (Den)






