Bahkan, beberapa tahun terakhir, persoalan ini sempat dilakukan mediasi di kantor desa. Namun, hingga saat ini perusahaan masih terkesan tidak mengindahkan peraturan. Padahal menurut keterangan dari dokter, polusi udara yang berlebihan dapat menyebabkan kematian dengan cepat.
Untuk itu, warga disini hanya menerimanya dengan lapang dada, mau protes juga bingung karena selama ini pemerintah belum melakukan tindakan apapun,” katanya.
Ia juga berharap, pemerintah dapat menertibkan keadaan pabrik yang semakin hari semakin semerawut serta tidak memperhatikan dampak terhadap warga sekitar.
“Kami berharap pemerintah dapat melakukan penertiban pembakaran tersebut, selama 24 jam kami menghirup polusi udara dari pembakaran pabrik kapur,” pungkasnya. (cr13/t)





