Soal Kasus Keracunan Massal di Jampangtengah, Polisi Masih Menunggu Hasil ini

  • Whatsapp
EVAKUASI : Petugas Polsek Jampangtengah usai mengevakuasi korban keracunan ke Puskesmas Jampangtengah. (FOTO : FOR RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI – Polsek Jampangtengah, Resor Sukabumi, terus melakukan penyelidikan lebih dalam perihal kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 47 korban asal warga Desa Sindangresmi dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah.

Kapolsek Jampangtengah, AKP Usep Nurdin didampingi Kanit Reskrim Polsek Jampangtengah, AIPDA Oke kepada Radar Sukabumi mengatakan, saat ini perkara kercaunan massal itu, masih dalam proses penyelidikan. Seperti  memintai keterangan dari saksi-saksi dan korban berikut penjual es cendol yang berinisial AJ (59) yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kalau terduga tidak ditahan. Karena belum memenuhi bukti dan statusnya masih penyelidikan. Iya, satusnya belum ada perubahan jadi penyidikan, karena kami masih menunggu hasil lab dan pemeriksaan saksi yang lain. Terlebih lagi, jumlah korbannya banyak,” kata Oke kepada Radar Sukabumi pada Rabu (19/05/2021).

Dari puluhan korban yang mengalami keracunan itu, ujar Oke, tidak ada satu pun warga yang melakukan pelaporan secara resmi ke Mapolsek Jampangtengah. “Iya, mungkin karena warga merasa kasihan kepada terduga itu. Terlebih lagi, terduga ini sudah 25 tahun berjualan es cendol dan menjadi langganan warga sekitar. Untuk itu, warga juga merasa kasihan dan telah memaafkannya. Karena ini tidak sengaja,” paparnya.

Saat dimintai keterangan, ujar Oke, terduga pelaku telah mengaku kepada petugas kepolisian, bahwa dalam es cendol tersebut terdapat beberapa macam atau aneka ragam. Diantaranya, aci kawung, panila cair, tepung hunkoee, tepung terigu, gula aren, susu kental manis, sodium atau pemanis buatan. “Jadi, waktu itu terduga telah berjualan es cendol sebanyak 95 bungkus dengan cara berkeliling kampung. Iya, terduga ini berangkat sekitar pukul 14 30 WIB sampai pukul 17. 00 WIB,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, pihak kepolisian setelah mendapatkan informasi soal keracunan massal ini, sejumlah anggota Polsek Jampangtengah langsung berupaya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengevakuasi korban, melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi dan memintai keterangan terhadap terduga pelakunya. “Untuk mengantisipasi kejadian serupa, nanti melalui Pak Kapolsek akan memerintahkan Bhabinkamtibmas untuk menghimbau kepada para pengrajin home industri atau yang memproduksi makanan di rumah untuk lebih hati-hati dalam mengolah makanan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jampangtengah, dr Imanuel kepada Radar Sukabumi mengatakan,dugaan sementara penyebab keracunan massal ini, terjadi karena warga menyantap es cendol saat buka puasa

pada Rabu (05/05/2021) lalu. Namun, untuk memastikan hal tersebut, Puskesmas Jampangtengah sudah berupaya maksimal. Selain menangani korban, juga telah mengambil sample untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium. “Samplenya sudah diambil, kebetulan sample itu diambil sama Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi bagian surpelen pada malam hari saat kejadian keracunan,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi telah mengambil semple berupa es cendol dan air sumur yang dijadikan campuran oleh pedagang keliling itu. “Semua samplenya sudah di kirim ke Labkesda Provinsi Jawa Barat. Tetapi, sampai sekarang hasilnya belum keluar,” pungkasnya. (den/d)

 

Pos terkait