Sejumlah warga Desa Padabeunghar, ujar Devi, akhirnya melakukan pengurugan jalan dengan bekerjasama dengan beberapa perusahaan batu kapur yang ada di wilayah tersebut.
“Sekitar 30 ton batu limestone kami gunakan untuk menutupi badan jalan yang berlubang ini dengan menggunakan alat berat,” paparnya.
Di tempat yang sama, warga Kampung Padabeunghar, RT 2/1, Desa Padabeunghar, Yaman (48) mengatakan, sedikitnya sudah lima kali terjadi kecelakaan sepeda motor yang disebabkan oleh lubang jalan tersebut.
Menurut dia, pengendara melaju dari arah Panggeleseran – Sukabumi menuju Bojonglopang – Jampangtengah, dengan kecepatan tinggi.
Karena jalan sebelumnya halus, pengendara terlena dan tidak menyadari ada lubang jalan yang cukup besar.
“Kedalaman lubang sekitar 70 centimeter dengan lebar melingkar sekitar satu meter. Waktu siang tadi, saya melihat ada pengendara sepeda motor yang waktu jatuh terseret sekitar 10 meter. Orangnya mengalami lecet. Kami tidak ingin ada yang kecelakaan lagi di tempat itu,” ujarnya.
Dia menjelaskan, lubang di jalan tersebut tidak hanya ada disatu titik, namun ada dibeberapa titik. Meski belum terlalu besar, namun guyuran hujan bisa memperlebar lubang itu.
“Ada lubang-lubang lain yang sekarang belum terlalu besar. Lubang yang kami tutup itu juga awalnya kecil, tetapi semakin membesar saat musim hujan. Ya, ada sekitar 3 Km jalan di sini yang lubangnya mengangga dipenuhi kubangan air dan lumpur,” jelasnya.
Warga dan para pengguna jalan merasa kesal terhadap pemeritah yang terkesan membiarkan jalan hingga rusak bertahun-tahun seperti ini. Sebab itu, warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan di jalan tersebut.
“Jika tidak segera diperbaiki jalan ini, pasti banyak menimbulkan korban jiwa. Apalagi Jalan Raya Padabeungar merupakan poros utama warga menuju area publik,” pungkasnya. (cr13/d)



