Menurut Abah Hendrik, di tengah derasnya arus modernisasi, Seren Taun membuktikan masyarakat adat tetap teguh menjaga identitas budayanya. “Tradisi ini bukan hanya kebanggaan masyarakat adat, tetapi juga kekayaan budaya Kabupaten Sukabumi yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan potensi wisata yang patut dilestarikan,” tandasnya.(ndi/d)
Seren Taun ke-447, Tradisi Adat Sukabumi yang Terus Hidup



