Sementara itu, Fransisca, sang Project Manager, berharap benih pengetahuan yang ditanamkan lewat SIGAP terus tumbuh. “Saya percaya kader yang sudah dilatih akan menjadi ujung tombak edukasi. Mereka bisa memastikan setiap keluarga tetap mendapat informasi kesehatan yang benar,” katanya penuh harapan.
SIGAP memang telah resmi ditutup, tetapi semangatnya masih hidup. Di setiap senyum anak yang tumbuh sehat, di setiap keluarga yang lebih peduli pada gizi dan kebersihan, jejak program ini akan terus terasa. Sukabumi kini punya modal berharga: generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.(ndi/d)




