Mereka terkejut ternyata di pabrik yang memiliki 5.000 karyawan sangat minim penerapan protokol kesehatan, seakan pihak perusahaan abai dalam melindungi keselamatan kesehatan setiap karyawannya.
Karyawan diketahui masih berdesakan saat masuk dan keluar pabrik, alat pendukung kesehatan –di antaranya fasilitas cuci tangan– jumlahnya minim, belum lagi tempat istirahat karyawan yang jauh dari standar protokol kesehatan.
“Di pabrik ini protokol kesehatannya belum diberlakukan secara maksimal, padahal aturannya dan sanksinya sudah jelas bahkan ada beberapa poin lainnya yang menjadi temuan kami,” katanya.
Ia mengatakan seluruh pabrik di Kabupaten Sukabumi wajib menerapkan protokol kesehatan maksimal, karena seperti diketahui sudah ratusan karyawan yang tertular Covid-19 dan satu diantaranya meninggal dunia.






