KABUPATEN SUKABUMI

SDN Kuta Luhur Sukabumi Ambruk, Diterjang Angin Kencang 

×

SDN Kuta Luhur Sukabumi Ambruk, Diterjang Angin Kencang 

Sebarkan artikel ini
SDN-Kuta-Luhur-Sukabumi
Sekolah Dasar Negri Kuta Luhur, yang berlokasi Kampung Cijangkar, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi ambruk

WARUNGKIARA – Diduga akibat baja ringan berkarat dan alami korosi atap Sekolah Dasar Negri Kuta Luhur, yang berlokasi Kampung Cijangkar, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi ambruk. Rabu, (13/7).

Pristiwa ambruknya atap SDN Kuta Luhur tersebut terjadi Minggu, (9/7) lalu sekitar pukul 15.00 WIB akibat sebelumnya diterjang angin kencang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Bank bjb Tandamata

Wakil Kepala Sekolah SDN Kuta Luhur Suhenda mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan atap bangunan sekolah mengalami ambruk atau roboh, salah satunya memang akibat baja ringan penyangga atap yang sudah lapuk dan korosif.

“Kena korosif diakibatkan dari cuaca atau suhu di sekolah, kadang dingin kadang panas, terus akibat penyebab lain diterpa angin kencang, kan di sekolah SDN Kuta Luhur itu tinggi tempatnya,” ujarnya.

“Nah terpaan anginnya cukup kencang sehingga mengakibatkan atap sekolah roboh ambruk baja ringannya, diatasnya genting sangat berat sekali jadi beban nya tidak kuat sehingga mengakibatkan atapnya roboh,” sambungnya.

Adapun upaya yang dilakukan untuk penanganan sementara, kata Suhenda jajaran sekolah sudah mengamankan aset aset seperti dokumen dokumen penting, terutama di ruang kantor dan ruang belajar untuk kelas I.

“Saya sendiri dengan komnite dan juga masyarakat hari kemarin, mengevakuasi dokumen dokumen penting juga alat peraga yang ada di kantor ketempat yang lebih aman ke dalam ruang kelas yang masih aman,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Suhendra tinggal mengevakuasi atap genting sekolah belum masih menumpuk, yang direncanakan akan dilaksanakan gotong royong bersama masyarakat dan dibantu oleh komite sekolah dan unsur terkait lainnya.

“Nanti akan diturunkan dulu genting gentingnya supaya tidak menimbulkan kecelakaan pas waktu nanti masuk sekolah. Sudah laporan ke dinas, sudah ada tanggapan mau kelokasi,” terangnya.

“Bahkan dari bagian sarana dan prasarana sudah direncanakan melihat kelokasi, karna lokasinya jauh mungkin perlu di programkan liah situasi mungkin karna musim penghujan. Kalau gk dibenahin sama orang tua wali murid mungkin allhamdulilah sekarang sudah aman tinggal ngebetulin atap nya,” ucapnya. (Ndi).