Saat Mahasiswa Luar Negeri Mengunjugi Wisata Hanjeli di Waluran

Hanjeli
Sejumlah mahasiswa dari luar negeri saat mengikuti kegiatan Summer Program UNPAD Bandung di objek wisata hanjeli di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.

Belajar Tanam Hanjeli, hingga Mengolah Rengginang

Mereka terperana. Sembari berdecak kagum. Ada pula yang antusias. Sementara yang lainnya, asyik memperhatikan. Ya, begitulah secuplik kegiatan kunjungan mahasiswa dari luar negeri ke objek wisata hanjeli di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan waluran, Kabupaten Sukabumi.

Laporan: DENDI KOSWARA DIKUSUMAH, Waluran

Bacaan Lainnya

HADIRNYA objek wisata hanjeli di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran menyita perhatian sejumlah mahasiswa luar negeri. Mereka berasal dari 10 negara berbeda.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa untuk belajar soal cara budidaya dan pengolahan tanaman hanjeli. Kunjungan ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan Summer Program UNPAD Bandung.

Founder Yayasan Rumah Hanjeli Indonesia pada Desa Wisata Hanjeli, Asep Hidayat Mustopa kepada Radar Sukabumi mengatakan, terdapat dua kegiatan Summer program tersebut. Yaitu offline dan online. Menurut Asep, untuk ofline telah dihadiri dari 10 negara mulai dari Negara Madagaskar, Zambia, Mesir, Pakistan, Laos, Timor Leste dan negara lainnya.

“Sementara, untuk kegiatan Summer program secara online kegiatanya melalui virtual zoom yang dihadiri lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai belahan dunia,” kata Asep kepada Radar Sukabumi, Kamis (06/01).

Lebih lanjut Asep menjelaskan, kegiatan Summer Program UNPAD berkaitan dengan hanjeli sebagai Local Food, Food Heritage, Food Medicine dan pemberdayaan lokal di Desa Wisata Hanjeli. “Alhamdulillah, diberi Kepercayaan untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Summer program UNPAD Bandung bersama Prof. Tati Nurmala atau guru besar Pertanian UNPAD,” jelasnya.

Kegiatan Summer program UNPAD Bandung ini, para mahasiswa dari 10 negara tersebut selain menikmati keindahan alam wisata hanjeli, juga mereka belajar cara menanam hanjeli.

“Tidak lupa sambil menikmati olahan liwet hanjeli, bubur hanjeli, mengolah rengginang hanjeli dan numbuk hanjeli diatas lisung serta nampi hanjeli diatas nampah,” ujarnya.

Bukan hanya itu, para mereka juga diperkenalkan denagn berbagai macam makanan yang berasal dari olahan hanjeli. Seperti rengginang, dodol hanjeli dan makanan lainnya.

“Mereka diajarkan proses pembuatan sampai penggorengan. Kami perhatikan, mereka terlihat asyik dan sangat antusiasi saat diajarkan membuat olahan yang berasal dari hanjeli,” pungkasnya. (Den/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan