Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBP) Kecamatan Nyalindung, A. Achmad mengatakan, api yang diduga berasal dari korsleting arus listrik ini, berkobar begitu cepat dan melahap bangunan rumah berukuran sekitar 4 x 16 meter itu. Sehingga akibatnya, seluruh isi rumah pun tidak bisa diselamatkan dari amukan si jago merah.
Seperti satu unit sepeda motor Supra X 125, padi kering satu ton, perhiasan emas 10 gram, uang tunai Rp1,4 juta, televisi dan barang berharga lainnya.
“Peristiwa ini diduga kuat akibat korsleting arus pendek. Sebab, saat kebakaran tetangga korban banyak melihat api berasal dari atap rumah korban,” katanya.
Muspika Kecamatan Nyalindung beserta warga sekitar sudah berupaya maksimal untuk memadamkan api. Namun, karena rumahnya terbuat dari anyaman bambu, sehingga api pun sangat sulit dipadamkan. “Sekitar satu jam lamanya, api baru bisa dipadamkan.
Untungnya tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian seluruh keluarga korban tengah berada di luar. Terlebih lagi, saat saya sampai lokasi api sudah hampir menjalar diseluruh bangunan rumahnya,” timpalnya.
Saat ini, seluruh keluarga korban sudah berada di rumah tetangga terdekatnya oleh Muspika Kecamatan Nyalindung. “Peristiwa kebakaran yang berasal dari korsleting listrik ini, selalu terjadi di wilayah sini.





