SUKABUMI — Camat Cibadak, Mulyadi akhirnya angkat bicara terkait kondisi puluhan hektare lahan pertanian padi yang mengalami gagal panen di wilayah Kampung Kamandoran, RW 10 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, akibat saluran Daerah Irigasi (DI) Leuwi Bangga yang berfungsi untuk mengairi lahan pertanian warga, jebol akibat diterjang bencana banjir bandang pada tahun lalu.
Pihaknya mengaku, sudah mendatangi para petani penggarap yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air lahan pertaniannya.
“Kami sudah menemui masyarakat dan petani itu, untuk menyerap keluhan perihal irigasi jebol hingga mengalami lahan pertanian yang kekeringan,” kata Mulyadi pada Rabu (09/04).
Setelah melakukan pertemuan atau menyerap keluhan para petani, Mulyadi berjanji akan melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas terkait, untuk mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan petani.
“Sebenarnya, kami sudah melaporkan soal irigasi jebol yang mengakibatkan kekeringan pertanian itu, ke bagian sumber daya air atau SDA PU Kabupaten Sukabumi dan ini tinggal proses penanganan kedepannya,” paparnya.
“Itu sudah kami cek bersama petugas SDA ke lokasi. Insyaallah akan bisa segera ditangani. Namun, untuk kapan waktu pembangunannya itu bukan kewenangan kami, silahkan saja tanyakan kepada SDA PU Kabupaten Sukabumi,” timpalnya.




