SUKABUMI – Soal gerombolan ratusan monyet ekor panjang, Pemerintah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengklaim sudah membuat laporan kepada ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Barat.
Diketahui sebelumnya, gerombolan ratusan monyet ekor panjang yang turun ke permukiman warga dan merusak pertanian hingga masuk ke dapur di salah satu pondok pesantren yang ada di wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Camat Sukaraja, Erry Erstanto mengatakan, pemerintah Kecamatan Sukaraja sudah melakukan koordinasi dengan BKSDA, setelah mendapatkan laporan soal keresahan pemukiman warga yang tinggal di sekitaran kaki Gunung Gede, tepatnya di wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja.
“Iya, orang dari BKSDA juga sudah datang ke sini. Tapi, waktu itu dari pihak BKSDA belum memiliki langkah yang harus dilakukan seperti apa dalam menyikapi persoalan kawasan monyet itu,” katanya.
Menurut Erry, pihak dari BKSDA belum memiliki strategi atau solusi terkait kawanan monyet tersebut. Karena, mereka perlu melakukan pengamatan terlebih dahulu, sebelum melakukan tindakan. “Nah, setelah orang BKSDA itu kemari, sampai sekarang belum ada laporan lagi ke kita,” timpalnya.
Pengamatan yang dilakukan oleh BKSDA ini, kata Erry, sangat penting dilakukan untuk menentukan upaya kedepannya dalam menyikapi gerombolan monyet yang memasuki dan merusak tanaman penduduk itu.






