SUKABUMI — Gurat bahagia itu nyata. Enam warga Kabupaten Sukabumi melangkah keluar dari Gedung 1000 BAZNAS di Cisaat dengan senyum yang tak bisa disembunyikan. Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi bagi mereka bukan sekadar bulan puasa, melainkan awal babak baru: kesempatan untuk kembali berdiri tegak.
Menjelang bulan suci, BAZNAS Kabupaten Sukabumi menyalurkan bantuan kaki palsu kepada para mustahik. Bantuan ini bukan hanya wujud kepedulian, tetapi juga bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan muzakki mampu mengubah hidup seseorang.
Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Afrizal, menyerahkan langsung bantuan tersebut. Dengan penuh khidmat ia mengajak penerima manfaat untuk mendoakan para donatur. “Mari kita doakan para muzakki yang telah menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekahnya. Semoga mereka senantiasa diberi kesehatan, kemudahan, serta kelimpahan rezeki,” ujarnya.
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi BAZNAS Sukabumi. Di bawah kepemimpinan Unang Sudarma, lembaga ini tengah melakukan akselerasi besar dengan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di 386 desa dan kelurahan. Kehadiran UPZ Desa diharapkan menjadi jembatan yang mempermudah masyarakat menunaikan kewajiban agama tanpa terkendala jarak.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, yang akrab disapa Aang, menegaskan bahwa Ramadan adalah madrasah untuk meningkatkan kualitas diri. “Ramadan bukan hanya soal saum, salat tarawih, atau tadarus. Zakat, infak, dan sedekah adalah instrumen ibadah yang umumnya dilaksanakan umat Islam dengan kualitas terbaik di bulan ini,” jelasnya.






