KABUPATEN SUKABUMI

Puluhan Warga Dilatih Kebencanaan

×

Puluhan Warga Dilatih Kebencanaan

Sebarkan artikel ini
Puluhan warga saat foto bersama dengan petugas BPBD Kabupaten Sukabumi dan anggota Armed 13 Kostrad dalam pelatihan dasar kebencanaan di Batalyon Armed 13 Kostrad, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar.

CIKEMBAR — untuk meningkatkan kapasitas petugas penanggulangan bencana di daerah, puluhan warga di Kabupaten Sukabumi mengikuti pelatihan dasar kebencanaan di Batalyon Armed 13 Kostrad, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, kemarin (16/12).

Kepala seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiawan mengatakan, pelatihan dasar kebencanaan ini, merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam membangun kerjasama dengan masyarakat dan peran swasta untuk ikut andil dalam penanganan bencana.

Bank bjb Tandamata

“Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 24 tahun 2007, menerangkan bahwa upaya penanggulangan bencana itu bukan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah saja, tetapi salah satunya dari relawan dan warga sekitar,” jelas Eka kepada koran ini, kemarin (16/12).

Untuk itu, BPBD Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan Batalyon Armed 13 untuk melakukan pelatihan dasar kebencanaan kepada puluhan warga yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi.

“Saat ini memang kita sudah memiliki P2BK, tetapi kami berpikir satu kecamatan itu tidak akan cukup, bila hanya ditempatkan satu petugas saja. Makanya, kami rekrut kembali petugasnya. Jadi, puluhan warga yang mengikuti pelatihan ini, nantinya akan membantu tugas P2BK yang saat ini berada di setiap kecamatan,” imbuhnya.

Menurutnya, pelatihan kemampuan dasar kebencanaan ini, sangatlah penting agar mereka memiliki mental, fisik dan pengetahuan serta keterampilan dalam penanggulangan bencana. Untuk itu, puluhan warga tersebut akan digembleng di Batalyon Armed 13 Kostrad selama lima hari mulai dari Senin (16/12) sampai Jum’at (20/12) nanti.

“Pelatihan ini sangat penting agar seluruh anggota siap secara fisik dalam menghadapi bencana dan siap secara mental dalam mengambil sikap. Untuk itu, mereka akan dididik mental dan fisik di sini selama lima hari,” tandasnya.

Dirinya berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, dapat merubah pola pikir, sikap, cara bertindak, termasuk menguatkan mental dan fisik ketika menghadapi bencana. Sehingga mereka mampu mengambil tindakan pertolongan dengan tepat, termasuk bagaimana cara berkoordinasi dan evakuasi.

“Semoga dengan kegiatan ini, masalah kebencanaan bisa terselesaikan dengan baik serta memperhatikan kaidah gotong-royong serta budaya setempat,” pungkasnya. (den/d)