SUKABUMI — Setelah puluhan tahun hanya bisa dilalui dengan waswas, Jembatan Cirampo yang menghubungkan Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, dan Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, akhirnya mulai dibangun ulang. Proyek ini digagas oleh Yayasan Sehati dengan dukungan penuh dari Baznas Pusat sebagai donatur utama.
Jembatan gantung yang melintasi Sungai Cimandiri ini merupakan akses vital bagi ratusan kepala keluarga, termasuk pelajar dan petani. Namun, kondisinya selama bertahun-tahun sangat memprihatinkan: lantai bolong, seling berkarat, bahkan sebagian hanya disambung bambu.
“Sudah puluhan tahun rusak. Warga tetap melintas karena jalur alternatif terlalu jauh,” ujar Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi, Minggu (23/11).
Setelah melalui empat kali survei lapangan, Yayasan Sehati akhirnya memulai pembongkaran jembatan lama. Saat ini, proses pengadaan material tengah berlangsung, menyesuaikan dengan kontur sungai dan kebutuhan teknis agar jembatan baru lebih kokoh dan tahan lama.
Jembatan baru dirancang sepanjang 80 meter dan lebar 1,2 meter, cukup untuk pejalan kaki, sepeda motor, dan pengangkutan hasil pertanian. “Ini bukan hanya untuk warga Padabeunghar, tapi juga Sukamaju. Total pengguna bisa ratusan KK,” jelas Ence.






