SUKABUMI – PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, kembali menutup sejumlah perlintasan liar di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor.
Manager Humas PT. KAI (Persero) Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan, tiga perlintasan liar yang ditutup tersebut, diketahui berada di KM 31+895 petak jalan Stasiun Cicurug – Stasiun Parungkuda, kemudian di KM 31+820 perlintasan tidak resmi tidak terjaga petak jalan Stasiun Cicurug – Stasiun Parungkuda, RT 02/RW 04, Kampung Bojong Astana, Desa Langengsari Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Sementara, untuk lintasan liar di wilayah Kabupaten Bogor, berada di KM 46+050 perlintasan tidak resmi tidak terjaga petak jalur Stasiun Parungpanjang – Stasiun Cilejit di Kampung Salimah RT 007 RW 02 Desa Gintung Cilejit Kecamatan Parung Panjang.
“Tiga perlintasan liar ini, sengaja kami lakukan karena di lokasi perlintasan tersebut, maraknya insiden kecelakaan,” kata Ixpan kepada Radar Sukabumi melalui pres releasnya pada Jumat (08/11).
Normalisasi jalur KA dan penutupan perlintasan liar tersebut, telah melibatkan aparat gabungan setempat yang meliputi Babinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) kelas 1 Jakarta serta Direktorat Keselamatan DJKA. “Penutupan perlintasan liar ini, dimaksudkan untuk mendukung keselamatan perjalanan kereta api,” ujarnya.
Berdasarkan data yang tercatat, sambung Ixpan, terhitung sampai tahun 2023 KAI Daop 1 telah melakukan penutupan sebanyak 65 titik perlintasan. Selanjutnya pada periode Januari hingga 30 Oktober 2024, berhasil menutup 23 titik perlintasan.
Sementara, untuk data angka kecelakaan baik di petak jalur KA maupun di perlintasan sebidang pada tahun 2022 terdapat 211 kejadian. Sementara, untuk di tahun 2023 terdapat 188 kejadian kecelakaan.
“Nah, untuk di tahun 2024 terhitung dari Januari hingga Oktober itu, tercatat sebanyak 116 kejadian yang dirinci menjadi di bulan Januari sebanyak 15 kali kejadian, Februari 14 kejadian, Maret 13 kejadian, April 15 kejadian, Mei 8 kejadian, Juni 11 kejadian, Juli 16 kejadian, Agustus 7 kejadian, September 6 kejadian dan Oktober sejauh ini sebanyak 11 kali kejadian,” tukasnya.
Total korban akibat kecelakaan di tahun 2024 adalah sebanyak 35 orang mengalami luka ringan, 19 orang luka berat dan 112 orang meninggal dunia.
“Kami terus berupaya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang KA,” pungkasnya. (Den)






