PT Bogorindo Sukabumi Berdayakan Masyarakat Tanam Cabai

  • Whatsapp
PT. Bogorindo
General Affair PT. Bogorindo Cemerlang Moch Iqbal saat membersihkan ranting pohon karet tak berproduktif untuk dialih fungsi menjadi tanaman cabai di Kampumg Tenjojaya, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak.

SUKABUMI – Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga dan mengurangi angka pengangguran, PT Bogorindo Cemerlang bekerjasama dengan PT Eden Farm melakukan pemberdayaan masyarakat melalui tanaman cabai di lahan yang tak produktif, di wilayah Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak.

General Affair PT. Bogorindo Cemerlang, Moch Iqbal kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya mengaku sengaja PT Bogorindo telah menggandeng investor dari PT Eden Farm untuk menanam cabai di atas hektaran lahan eks perkebunan pohon karet.

Bacaan Lainnya

“Kalau luas lahannya itu, ada sekitar 20 hektare. Namun untuk sementara, awalnya kita akan mencoba membuka dulu lahan untuk menanam cabai di lahan seluas 3 hektare,” kata Iqbal kepada Radar Sukabumi pada Kamis (14/10).

Menurut Iqbal, penanaman cabai kriting ini sengaja dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian perusahaan PT Bogorindo terhadap warga sekitar.

“Tujuannya, selain untuk pemberdayaan masyarakat juga untuk mengurangi angka pengangguran. Terlebih lagi, di masa pandemi Covid-19 ini telah berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Saat ini, PT Bogorindo bersama warga sekitar tengah melakukan penebangan pohon karet untuk dijadikan sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar.

“Penebangan pohon karet ini, sudah berlangsung empat hari. Sengaja kami tebang karena memang sudah tidak produktif agar bisa dikelola untuk tanaman cabai.

Alhamdulillah, sambutan masyarakat sangat baik. Bahkan, beberapa waktu lalu masyarakat datang berbondong-bondong ke lokasi ini, mereka meminta untuk di perkerjakan dalam penabangan pohonnya,” timpalnya.

Masyarakat Desa Tenjojaya juga nantinya akan dipekerjakan menanam cabai di bawah pengelolaan dari PT Eden Farm. Sementara PT Bogorindo selaku pemilik lahan, nantinya akan mendapatkan 3 persen dari keuntungan.

“Jadi untuk sistem, nantinya untuk pendapatan masyarakat yang bekerja disini akan mendapatkan upah Rp100 ribu perharinya.

Jika pekerjaannya bagus, mereka akan mendapatkan upah tetap setiap bulannya sebesar Rp3 juta. Sementara untuk pangsa pasarnya sendiri, nanti selain di jual ke pasar lokal dan supermarket, juga akan di ekspor ke luar negeri,” bebernya.

Pihaknya menambahkan, dalam pemberdayaan masyarakat melalui tanaman cabai di lahan yang dimiliki PT Bogorindo Cemerlang ini, akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan nantinya akan di prioritaskan warga setempat terlebih dahulu sebagai tenaga kerjanya.

“Iya, jadi nanti dalam 1 hektare itu akan menyerap tenaga kerja 15 orang. Padahal, sebelumnya tepatnya saat tanaman pohon karet dalam tiga hektare itu hanya bisa digarap oleh petani sekitar 10 orang saja.

Tetapi, dengan adanya investor yang masuk melalui penanaman cabai ini, bisa menjadi 45 orang untuk menggarap lahan seluas 3 hektare pertanian cabai,” timpalnya.

Sementara itu, Ketua RW 01, Kedusunan Tenjojaya, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Randy Saeful Hidayat (63) mengatakan, ia bersama warga lainnya sangat menyambut baik perihal sikap PT Bogirindo Cemerlang yang melakukan pembabadan pohon karet untuk dijadikan lahan produktif melalui penanaman pohon cabai.

“Warga di sini sangat antusias sekali dengan adanya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan PT Bogorindo. Karena dapat menyerap tenaga kerja,” jelasnya.

Menurut Randy, penebangan pohon karet yang akan dialihkan ke penanaman cabe. Karena, warga menilai pohon karet tersebut, sudah memiliki usia. Sehingga, tidak produktif.

“Iya, pohon karet ini mubajir. Makanya, warga disini mengajukan ke PT Bogorindo agar ada usaha. Seperti ada penghasilan untuk warga setiap harinya. Karena, tingkat pengangguran di wilayah ini sangat tinggi,” ujarnya.

Sebab itu, ia bersama warga lainnya mengucapkan banyak terimakasih kepada PT Bogorindo Cemerlang yang sudah peduli membantu warga untuk mendapatkan penghasilan.

“Apalagi, di masa pandemi Covid 19 ini penghasilan banyak berkurang. Bahkan, tidak sedikit banyak warga disini yang di-PHK. Makanya, dengan adanya pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh PT Bogorindo itu, tentu saja sangat membantu warga,” pungkasnya. (Den/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *