SUKABUMI – Kasus gizi buruk yang menimpa seorang gadis, Dewi Susilawati (12) asal warga Kampung Manglid, RT 03/RW 03, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, menyita perhatian semua kalangan.
Salah satunya, dari jajaran Polsek Sukalarang, Resor Sukabumi Kota, telah mengunjungi Dewi yang saat ini tinggal bersama neneknya, untuk memberikan bantuan makanan, sembako dan susu, untuk pemenuhan asupan gizinya.
Kapolsek Sukalarang, Resor Sukabumi Kota, AKP Asep Jenal Abidin mengatakan, kunjungan tersebut sengaja dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian dari jajaran Polres Sukabumi Kota dan Polsek Sukalarang.
“Saya sengaja mengunjungi rumah Dewi, atas perintah dari pimpinan bapak Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo, kami melaksanakan giat kunjungan sekaligus memberikan bantuan berupa sembako yang mengalami gizi buruk,” kata Asep pada Rabu (04/10).
Saat ia mengunjungi rumahnya, sambung Asep, kini kondisi kesehatan yang diketahui merupakan siswa kelas 6 SD tersebut, sudah sedikit ada kemajuan. Menurutnya, Dewi sudah mulai bisa berjalan meskipun berat badannya belum sepenuhnya kembali seperti semula.
“Gadis tersebut juga belum bisa kembali bersama teman temannya untuk bersekolah, lantaran pertimbangan kondisi fisiknya yang belum pulih betul dari gizi buruk,” tukasnya.
Untuk itu, sewaktu dirinya mengunjungi rumah neneknya, ia mengaku telah memberikan semangat kepada keluarga, terutama kepada gadis pengidap gizi buruk tersebut.
“Iya, kami motiviasi anak itu untuk selalu sabar dan semangat agar yang ia dapat sehat dan beraktifitas kembali. Seperti bersekolah dan lainnya,” timpalnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, nasib memilukan menimpa seorang bocah bernama Dewi Susilawati (12) asal warga Kampung Manglid, RT 03/03, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.
Bagaimana tidak, bocah yang duduk di kelas 6 SD ini, dikabarkan mengidap gizi buruk. Akibat penyakit yang dideritanya, kini Dewi hanya terkulai lemas di kamar tidur dan tidak bisa sekolah.
Camat Sukalarang, Yanyan Mulya Suryana kepada Radar Sukabumi mengatakan, setelah mengetahui informasi tersebut, petugas Desa Cimangkok bersama Kepala Dusun (Kadus) dan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), petugas gizi, bidan dan perawat desa, langsung melakukan kunjungan ke rumah anak yang mengidap gizi buruk pada Senin (11/09).
“Berdasarkan data yang diperoleh, dari neneknya. Bahwa Dewi ini tinggal bersama neneknya setelah ibunya meninggal dunia. Sementara, ayahnya tinggal di Kampung Cimanggu,” kata Yanyan kepada Radar Sukabumi.
Meskipun kesehatan Dewi saat lahir normal dan pertumbuhan serta perkembangannya sesuai dengan anak seusianya.
Namun, saat ini kondisi kesehatannya kian memburuk. “Pada 30 Agustus 2023, Dewi jatuh sakit dan dirawat di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi selama 6 hari dengan diagnosis gizi buruk dan tifoid,” paparnya.
Selama perawatan tersebut, sambung Yanyan, berat badan Dewi menurun sebanyak 4 kilogram, tepatnya dari 22 kilogram mengalami penurunan menjadi 18.5 kilogram.
“Menurut pengakuan dari neneknya, pola makannya Dewi sejauh ini sudah mengikuti anjuran dengan makan 3 kali sehari dan mengonsumsi protein hewani. Seperti telur dan ayam,” timpalnya.
“Meskipun begitu, indeks massa tubuh Dewi hanya 12.82 dan kata dokter dari rumah sakit Bunut angka itu yang menunjukkan status gizi buruk,” tandasnya.
Dalam membantu pemulihan Dewi, disarankan agar ia mengonsumsi makanan 4 kali sehari dengan porsi yang lebih kecil. Tetapi lebih sering, serta mengonsumsi makanan ringan 2 kali sehari.
“Hal ini diharapkan dapat membantu Dewi untuk mendapatkan gizi yang cukup dan membantu dalam pemulihan kesehatannya,” bebernya.
Kepala Desa Cimangkok, Erik Suparman mengatakan, anak perempuan tersebut, mengidap gizi buruk setelah ia terserang penyakit tipes atau demam tifoid. Setelah itu, anak tersebut dibawa neneknya untuk berobat ke RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi.
“Pada 04 September 2023, anak tersebut diperbolehkan pulang oleh rumah sakit dan menjalani rawat jalan untuk mengetahui perkembangan kesehatannya,” katanya.






