“Harapan kami sederhana, semoga ke depan ada solusi pengaturan jalur air. Karena kami ini berada di tempat rendah, air pasti larinya ke sini. Kalau dibiarkan, bukan hanya fasilitas yang rusak, tapi juga mental para santri yang terganggu,” ungkap Zulaika penuh harap.
Kini, lanjut Zulaika setiap mendung menggantung di langit, para penghuni pesantren bersiap-siap mengungsi, sehingga berharap perhatian pemerintah dan pihak terkait untuk segera mencarikan solusi jangka panjang demi kenyamanan dan keselamatan para santri.
“Pasir buat membangun, semen, batu kerikil hilang tergerus banjir, kolam ikan hancur jebol, saat ini tidak bisa digunakan lagi, pagar juga rusak,” tuturnya.
“Mudah mudahan karena memang air mengalir ke tempat rendah dan kita ini ditempat rendah, otomatis harapannya ada jalan air (perbaikan saluran air) harapannya itu saja,” ucapnya. (ndi/d)






