Sementara itu, ketika wartawan koran ini hendak melakukan konfirmasi terkait protes warga terhadap aktivitas tambang dan pengolahan batu kapur tersebut, pihak perusahaan pelit memberikan komentar. “Kalau memang warga merasa tidak nyaman dan protes terhadap aktivitas perusahaan, kenapa baru kali ini mereka berkoar-koar. Seharusnya, dari dulu mereka protes. Perusahaan ini sudah beroperasi sejak zaman belanda kok,” singkat Iyan (37), salah seorang pekerja di perusahaan tersebut. (cr13/t)




