Pihaknya, menghimbau kepada warga dan pengguna lalu lintas agar waspada dan berhati-hati saat melintas jalan tersebut. “Semuanya harus waspada, apalagi masih ada potensi hujan lebat, sehingga ancaman pergerakan tanah masih bisa terjadi. Saat ini, Muspika tengah melakukan akses buka tutup jalan.
Karena, hampir setengah bahu jalan sudah ambles, akibat pergerakan tanah tersebut,” pungkasnya. Sementara itu, Kades Bantarkalong ,Syahrial Hasan menuturkan pergeseran tanah mengakibatkan sejumlah bangunan rusak dengan kategori sedang dan berat. Bahkan mengantisipasi bahaya, ada warga yang sengaja merobohkan sebagian bangunan rumahnya.
“Kalau dibiarkan, takut saat malam terjadi pergeseran tanah dan terjadi yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Untuk sementara waktu, sebanyak tujuh kepala keluarga diungsikan ke rumah tetangga dan kerabat terdekatnya yang masih aman.
“Untuk korban jiwa tidak ada dan sudah diperintahkan untuk mengungsi ke tempat aman, takutnya terjadi pergeseran tanah lebih parah,” pungkasnya. (cr13/t)



