Bencana Alam KabKABUPATEN SUKABUMI

Pengungsi Gunungbatu Bakal Direlokasi

×

Pengungsi Gunungbatu Bakal Direlokasi

Sebarkan artikel ini

NYALINDUNG,RADARSUKABUMI.com – Ratusan korban bencana pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Kedusunan Liunggunung, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, akan dipindahkan dari tenda pengungsian ke hunian sementara (Huntara) yang lokasinya berada di Kampung Rawa Menong, Desa Kertaangsana.

Hal ini, dilakukan lantaran tempat pengungsian saat ini yang berada sektiar 500 meter dari lokasi bencana terancam pergerakan tanah.

Bank bjb Tandamata

Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, pembangunan Huntara yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari lokasi pergerakan tanah ini untuk menampung seluruh korban bencana pergerakan tanah.

“Lahan yang akan dijadikan untuk pembangunan Huntara ini memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi,” jelas Daeng kepada Radar Sukabumi, kemarin (5/5).

Saat ini warga yang mengungsi akibat pergerakan tanah itu, terdapat 354 jiwa.

Namun mereka mengungsi di beberapa lokasi.

Seperti 37 Kepala Keluarga (KK) berada di pengungsian tenda darurat, 2 KK ngontrak, 65 KK di rumah keluarganya, 5 KK di masjid Gunungbatu dan 1 KK di rumah Ketua RT 7.

“Hampir setiap harinya pergerakan tanah di kampung ini terus terjadi dan mencapai 20 centimter sampai 30 centimeter,” ujarnya.

Dandim 0622 Letkol Infanteri Haris Sukarman mengatakan, saat ini puluhan petugas gabungan tengah berjaga di lokasi bencana pergerakan tanah.

Diantaranya 50 personel dari Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, 20 masyarakat setempat, 10 relawan BPBD dan lainnya.

“Saat ini untuk pembangunan Huntara tengah dalam proses pengerjaan cut and fill,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kepemilikan tanah yang akan dijadikan untuk hunian sementara bagi para korban pergerakan tanah ini merupakan pinjaman dari masyarakat setempat.

“Huntara ini dibangun atas sumbangan dari donatur yang tidak mau di sebutkan namanya,” paparnya.

Untuk pembuatan Cut and Fill, ujar Haris, petugas menerjunkan satu unit beko dari Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi jenis Volvo PC 55 dan satu unit beko dari Dinas PU Kabupaten Sukabumi jenis Komatsu PC 120.

“Pembangunan Huntara ini membutuhkan waktu sekitar 1 tahun dan sebelumnya akan dilaksanakan uji kelayakan dan penelitian kondisi tanah oleh Badan Geologi,” pungkasnya.

(Den/d)