Pengobatan Alat Vital Cucu Mak Erot Pertama di Sukabumi, Ampuh dan Permanen

Pengobatan-Mak-Erot
Cucu pertama Mak Erot, H. Sepudin didampingi anaknya Muhammad Dasep Akbar Dasep (kanan) dan Nendi (Kiri).

SUKABUMI – Nama besar Almarhum Hj. Mak Erot di Sukabumi menjadi legenda dan dikenal ahli dalam mengobati alat vital pria dewasa. Keahliannya mereparasi alat vital itu membuat Mak Erot sohor hingga luar daerah, bahkan ke negara lain.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya para pasien yang datang dari berbagai daerah dan luar negeri untuk mereparasi alat vitalnya agar semakin perkasa atau kejantanan pria semakin tangguh. Sebab bagi seorang pria dewasa yang telah berkeluarga keperkasaan merupakan sebuah kunci membina rumah tangga yang harmonis.

Bacaan Lainnya

Keahlian terapi tradisional Mak Erot juga telah diwariskan kepada anak-anak dan cucunya. Satu diantaranya kepada cucu pertama mendiang Mak Erot yaitu H Saepudin. Cucu tertua yang merupakan anak pertama anak dari Hj. Khodijah ini telah melakukan praktik pengobatan vitalitas sejak puluhan tahun lalu.

H. Saepudin yang membuka praktik pengobatan alat vital pria dan wanita yang sudah terbukti ahli serta asli keturunan Mak Erot ini membuka praktek di kediamannya, tepatnya di Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi (patokan Masjid Jami Cigadog).

Ia mengaku mendapat amanat langsung dari Mak Erot untuk melanjutkan keahlian dalam pengobatan vitalitas, baik pria maupun wanita. “Saya cucu paling tua dari Mak Erot. Alhamdulillah pengobatan ini sudah ada buktinya, baik di kampung maupun di kota juga ada,” jelasnya.

Sesuai dengan amanat dari Mak Erot, H. Saepudin menegaskan dalam pengobatannya tersebut tidak dilakukan sembarangan, tetapi harus dilakukan dengan baik dan benar. Selain itu, Mak Erot juga mengamanatkan kepada H. Saepudi agar tidak meninggalkan ibadah.

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, H. Saepudin kembali menurunkan ilmu pengobatan warisan Mak Erot ini kepada anaknya, yakni Muhammad Dasep dan Nendi.

Muhammad Dasep mengatakan, dalam mewarisi pengobatan ini tidak bisa langsung mempraktekan, awal mulanya harus menjalani sejumlah anjuran, satu diantaranya yaitu berpuasa.

“Pengobatan yang benar itu gak bisa langsung diterapikan, ada pelajaran dulu, ada syarat yang harus dijalani dulu semacam berpuasa, membutuhkan waktu sekitar 20 hari,” ucapnya.

Adapun jenis ramuan yang dipakai dalam pengobatan ini adalah ramuan tradisional, terdapat ketan (lemeng), terong pancasona, air ramuan, minyak, dan dalam mengkonsumsi ramuan tersebut harus ganjil.

Sementara itu Nendi mengaku, sebelum pengobatan pasien dapat berkonsultasi gratis dengan menghubungi nomor telepon (0813-1157-4047) dan (0812-9795-7470). Lanjut Nendi, rata – rata pasien yang ingin berobat biasanya datang langsung.

“Kalau mau konsultasi kami persilahkan 24 jam gratis, untuk yang berobat alhamdulillah sudah banyak yang dari luar kota ada, luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Brunei juga banyak,” jelasnya.

Ia menegaskan, untuk hasil tentu sudah tidak diragukan, mereka menuturkan hasil langsung bisa terlihat. Untuk lama pengobatan pun bervariasi tergantung keluhan pasien, ada yang 30 menit hingga 1 jam. Selain itu, Nendi mengatakan, pengobatan ini tanpa efek samping dan hasil seumur hidup.

“Kita juga memberikan garansi, namun kita menekankan agar hasil maksimal pasien jangan sampai melanggar pantrangan yang telah ditentukan,” tegasnya.

Selian di Cigadog H. Saepudin juga membuka cabang di Jalan Masjid Attaqwa, Kecamatan Jati Sempurna Cibubur, Kota Bekasi. Jika anda penasaran bisa langsung datang ke rumah H. Saepudin. (*)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *