Pemuda Sagaranten Sukabumi Berbuat Terlarang, Diduga Depresi

Polsek Sagaranten Sukabumi
Petugas Polsek Sagaranten, Polres Sukabumi, saat olah TKP di rumah korban bunuh diri pada Selasa (19/12).

SUKABUMI – Nasib memilukan menimpa seorang pemuda berinisial AZ (18), asal warga Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, ditemukan tewas dengan cara berbuat terlarang di rumahnya pada Selasa (19/12).

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede mengatakan, kejadian tragis ini terkuak ketika ibu korban, mencoba membangunkan AZ yang tak kunjung merespons pada Selasa (19/12) pagi.

Bacaan Lainnya

“Menurut keterangan ibunya, saat ia hendak mematikan lampu rumah, dia terkejut melihat telapak kaki AZ menggantung di udara, posisinya tidak menyentuh lantai sekitar 10 centimeter,” kata Maruly kepada Radar Sukabumi pada Selasa (19/12).

Usaha keras ibunya membuka pintu dan berusaha menyelamatkan AZ menjadi saksi awal tragedi ini. AZ ditemukan dalam kondisi lehernya terikat oleh seutas kain.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihak Kepolisian dari Polsek Sagaranten, Resor Sukabumi langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Setelah mendapat laporan kejadian tersebut, proses identifikasi korban dilakukan oleh petugas kepolisian, Puskesmas Cidadap, dan anggota Koramil Sagaranten,” bebernya.

Saat melakukan pemeriksaan, keluarga korban mengaku kepada pihak Kepolisian, bahwa AZ mengalami gangguan mental selama setahun terakhir dan tengah dalam kondisi stress. Bahkan, ayah korban telah menyatakan tidak akan menuntut atau mempermasalahkan kejadian tersebut.

Untuk memastikan kematian korban, pihak kepolisian sempat menyarankan kepada pihak keluarga korban untuk dilakukan autopsi. Namun, keluarga korban menolaknya. “Iya, keluarganya menolak dilakukan tindakan autpsi terhadap anaknya,” tukasnya.

Pihaknya menambahkan, saat ini pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. “Kejadian ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung kesehatan mental anggota keluarga,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *