Hari ini kita bicara peran BUMN melalui Jamkrindo di pilar ekonomi dan lingkungan melalui program-program pemberdayaan UMKM dan inisiatif kampanye anti sampah plastik.
Sebab itu, kedepannya juga akan melihat BUMN untuk mengambil peran-peran penting yang lain. Buku ini menjadi bola salju,” katanya.
Pemberdayaan yang dilakukan Jamkrindo di Geopark Ciletuh bisa menjadi model pemberdayaan di tempat lain dan oleh perusahaan yang lain.
“Apa yang dilakukan Jamkrindo bisa menjadi bola salju dan bisa menjadi pengungkit kolaborasi dengan BUMN lainnya. Saya yakin, dengan kolaborasi, pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan akan bisa lebih cepat dicapai dengan kualitas yang terjaga,” timpalnya.
Masih ditempat yang sama, Direktur MSDM Umum dan Kepatuhan Sulis Usdoko menjelaskan, kegiatan pemberdayaan masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh ini, berangkat dari aspirasi dan arahan dari Kementerian BUMN yang mengharapkan agar program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan BUMN benar-benar sejalan dengan prinsip penciptaan Creating Shared Value (CSV) yang menempatkan penciptaan nilai ekonomi (economic value) dan nilai sosial (social value) secara bersama-sama.
Maka dari itu, dalam setiap program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dilakukan perusahaan, aspek Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) menjadi fokus utama Jamkrindo.
“Program pemberdayaan masyarakat di Geopark Ciletuh kami mulai dengan penyelesaian persoalan lingkungan, dengan pokok persoalan berupa perbaikan ekosistem dan pengelolaan sampah plastik.
Sejalan dengan hal tersebut lalu dilakukan upaya peningkatan perekonomian masyarakat melalui program-program yang memberikan dampak berkelanjutan yang pada peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.
Beberapa program pemberdayaan yang dilakukan antara lain ialah mendampingi dan membina Ikatan Homestay Ciletuh (IHC), penguatan usaha ternak rakyat dan pemberian bantuan berkelanjutan pada masyarakat, terutama di tengah kondisi pandemi.
“Ke depan juga akan dilakukan pengelolaan Bank Sampah, pengelolaan hasil perikanan dan juga menginisiasi program peternak lebah madu,” imbuhnya.
Program pemberdayaan bisa berhasil karena kolaborasi pentahelix yang dilakukan dengan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, tokoh masyarakat dan komunitas di Geopark Ciletuh serta kalangan akademisi.
“Dukungan yang amat besar diberikan Kementerian BUMN dan Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama menggerakkan elemen masyarakat menjadi strategi utama pemberdayaan yang kami lakukan,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Homestay Ciletuh, Yudi Mulyadi sebagai salah satu mitra binaan Jamkrindo mengatakan, bahwa sejak dilakukan pendampingan oleh Jamkrindo usaha homestay semakin berkembang.
“Dengan pemberian pelatihan untuk memberikan nilai tambah homestay, bantuan pendanaan UMKM yang telah disalurkan oleh Jamkrindo sangat membantu para anggota homestay dalam meningkatkan pelayanan kepada para pengunjungnya yang pada akhirnya meningkatkan jumlah pengunjung loyal,” pungkasnya. (den)






