PT SCG Bagikan Bilik Swab

  • Whatsapp
Serah terima donasi bilik swab bertekanan positif kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dari PT SCG.

SUKABUMI – PT SCG melalui PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, kembali menyerahkan donasi berupa dua unit biilik swab bertekanan positif kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.

Bantuan tersebut, diterima secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Bilik Swab ini akan digunakan oleh laboratorium kesehatan daerah untuk melakukan tes swab Covid 19.

Bantuan ini, merupakan salah satu bentuk kepedulian pihak perusahaan untuk melindungi tenaga medis dari kemungkinan terinfeksi COVID-19 dari pasien serta membantu menekan laju penyebaran COVID-19 di Sukabumi.

Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Somchai Dumrongsil mengatakan, donasi bilik swab bertekanan positif ini sebelumnya telah diserahkan secara resmi kepada Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat pada Jumat (19/06) lalu, di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat.

Sebanyak 11 unit bilik swab bertekanan positif diserahkan kepada pemerintah Jawa Barat dimana tiga diantaranya diberikan secara langsung untuk Sukabumi.

“Kami berharap bahwa inovasi bilik swab bertekanan positif ini dapat membantu pemerintah Kota maupun Kabupaten Sukabumi untuk melindungi para tenaga medis dari paparan COVID-19 serta menekan laju penyebaran COVID-19,” kata Somchai Dumrongsil kepada Radar Sukabumi, Kamis (2/7).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri menjelaskan, saat ini Kabupaten Sukabumi tengah memberlakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kondisi tersebut, tidak boleh membuat lengah dalam menghadapi penyebaran COVID-19, terutama bagi para tenaga medis.

“Peningkatan perlindungan bagi tenaga medis harus diperketat dan diperkuat. Untuk pemberian donasi dari PT SCG berupa bilik swab ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan tenaga medis selama bekerja dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *