Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, para penderita thalasemia itu memerlukan pengobatan dalam jangka sangat panjang.
Untuk itu, dalam Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Suakbumi 2020 ini, pihaknya akan merancang berbagai program untuk menanggulangi angka thalasemia, salah satunya bekerja sama dengan PMI dan pihak lainnya untuk menggerakan masyarakat, OPD dan lembaga lainnya untuk melakukan donor darah.
Pasalnya, pengobatan untuk penderita thalasemia butuh banyak darah.
“Iya, contohnya ade saya yang profesinya sebagai dokter, ia memiliki anak yang mengidap penyakit thalasemia. Waktu itu, ade saya lupa tidak mengontrol darah anaknya sehingga anaknya itu meninggal dunia,” katanya.
Menurut orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini, thalasemia merupakan penyakit kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.
“Intinya golongan darah pengidap thalasemia itu bermasalah dan sangat membutuhkan banyak darah setiap minggunya,” pungkasnya. (den/d)






