SUKABUMI – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, terus berupaya maksimal dalam mengikis penyakit stunting atau gagal tumbuh pada anak. Salah satunya, memberikan bantuan makanan berigizi kepada ribuan Keluarga Resiko Stunting (KRS).
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi kepada Radar Sukabumi mengatakan, berdasarkan data yang tercatat sepanjang tahun 2023 ini, terdapat 23.000 keluarga di wilayah Kabupaten Sukabumi yang masuk pada kategori KRS. “Jadi, 23.000 KRS itu, untuk tahun ini mereka mendapatkan bantuan makanan bergizi,” kata Agus kepada Radar Sukabumi pada Jumat (12/05).
Bantuan makanan berupa 10 butir telur dan 1 kilogram daging ayam yang diperuntukan untuk satu keluarga yang masuk pada kategori KRS di Kabupaten Sukabumi, merupakan bantuan yang bersumber dari Badan Pangan Nasional. Seluruh keluarga KRS ini, akan mendapatkan bantuan selama tiga bulan yang dimulai pada Mei 2023 sampai Juli 2023 nanti.
“Alhamdulillah, pada tahun ini, DPPKB Kabupaten Sukabumi dipercaya untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang beresiko stunting. Jadi, intinya bantuan itu dari Badan Pangan Nasional melalui BKKBN dan menginstruksikan kepada kita untuk membagikan bantuan kepada KRS,” ujarnya.
Bantuan pangan ini, masih kata Agus, merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah untuk menekan dan meminimalisir terjadinya penyakit stunting.
Selain itu, untuk mencapai target penurunan kasus angka stunting di tahun 2024 nanti, DPPKB Kabupaten Sukabumi juga berencana akan melakukan audinesi stunting yang dilakukan oleh tim ahli yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter kandungan dan psikiater.
Hal ini, dimaksudkan untuk mengetahui faktor apa saja bayi maupun balita yang ada di Kabupaten Sukabumi bisa terlahir dengan penyakit stunting.
“Tujuannya adalah kenapa bayi itu terlahir stunting, itu akan diaduit oleh tim ahli. Seperti pengaruh apa dan kenapa bisa terjadi stunting. Sehingga kedepan kita akan membuat rumusan program agar bayi-bayi ini tidak terlahir secara stunting di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (Den)






