DPPKB Kabupaten Sukabumi Kebut Program Kerja 100 Hari

  • Whatsapp
Kadis DPPKB Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi
Kadis DPPKB Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi saat foto bersama dengan istri tercintanya pacsa pelantikan.

SUKABUMI – Agus Sanusi langsung tancap gas untuk merealisasikan visi misi dan program 100 hari kerjanya pasca dilantik sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi.

Agus pun berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi yang telah memercayakan jabatan tersebut kepada dirinya.

Bacaan Lainnya

“Insya Allah dengan melaksanakan tugas tersebut tidak akan saya sia-siakan. Karena walau bagaimana pun harus dipertanggung jawabkan kepada pimpinan dan di akhirat kepada Allah SWT.

Untuk itu, Insya Allah saya akan berjuang yang terbaik untuk Kabupaten Sukabumi,” kata Agus kepada Radar Sukabumi di ruang kerjanya, Kantor DPPKB Kabupaten Sukabumi, tepatnya di ruas Jalan Raya Pelabuhan II, Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi pada Kamis (23/09).

Dalam merealisasikan program 100 hari kerja, sambung Agus, pertama dirinya telah melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada UPTD-UPTD di lapangan.

Dia pun telah memulai koordinasi dengan kepada UPTD yang berjumlah 47 unit.

“Saya telah mendorong untuk mensukseskan visi dan misi Kabupaten Sukabumi, khususnya program nasional yang mana saat ini kasus stunting merupakan momok yang dibicarakan di Kabupaten Sukabumi dalam percepatan dan penanganan penurunan stunting,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya juga mengaku memiliki program yang harus dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi, baik untuk kasus stunting maupun untuk kasus angka kematian ibu (AKI) serta angka kematian bayi (AKB).

 DPPKB Kabupaten Sukabumi
Kadis DPPKB Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi saat mendorong rekan-rekannya dilapangan melalui setiap UPTD untuk terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi

Yakni dengan menggalakan dari progam Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) atau KB untuk jangka panjang. “Orang ber-KB untuk KS dan pra KS-nya, otomatis ini kasus stunting dan kelahiran yang tidak dinginkan Insya Allah stunting tidak akan ada.

Nah itu program nasional yang saat ini oleh Pak Bupati menjadi program unggulan dalam percepatan dan penanggulangan penurunan stunting,” paparnya.

Sebab itu, dirinya terus secara intensif menggalakan dan mendorong kepada rekan-rekannya di lapangan melalui setiap UPTD untuk terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk mengajak dan menggerakan kepada masyarakat secara luas untuk usia subur agar ikut ber-KB.

“Jurus jitu dalam penanganan stunting, khususnya di DPPKB Kabupaten Sukabumi, karena bayi-bayi stunting ini banyak dari keluarga pra KS dan KS 1 (miskin,red).

Maka kedepan DPPKB akan lebih fokus penggarapan kepada keluarga pra KS dan KS 1 dengan penekanan pemakaian alat kontrasepsi. Sehingga kelahiran yang tidak diinginkan (anak lebih dari dua, red) itu bisa tercegah,” tandasnya.

Lebih lanjut, Agus Sanusi juga kini tengah merealisasikan untuk mensukseskan gebyar vaksinasi untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sukabumi.

Bahkan, saat ini juga dirinya tengah membuka kegiatan rapat melalui zoom meting dan meminta kepada rekan-rekan dilapangannya untuk berperan aktif mensosialisasikan dan mengajak serta menggerakan masyarakat untuk di vaksin.

“Kami terus tidak henti-hentinya mensosialisasikan kepada pemerintah kecamtan dan juga desa serta puskesmas untuk tetap memaksimalkan pelayanan di daerah-daerah,” imbuhnya.

Kadis DPPKB Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi
Kadis DPPKB Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi saat foto bersama dengan jajaranya saat melakukan kunjungan koordinasi ke salah satu UPTD.

Pihaknya menambahkan, masyarkat saat ini harus diberikan pemahaman dan penyuluhan untuk pentingnya KB dalam penurunan angka stunting serta kasus AKI dan AKB.

Bahkan, pada 9 Septermber 2021 lalu untuk peringatan Hari Jadi Kabuapten Sukabumi ke 151 yang jatuh pada 10 September 2021, DPPKB Kabupaten Sukabumi telah mengelar pelayanan dengan target MKJP di Provinsi Jawa Barat sebanyak 705 akseptor.

Namun faktanya di lapangan Kabupaten Sukabumi untuk DPPKB telah mendapatkan 1.445 akseptor dengan persentasi 205 persen.

“Alhamduliullah saya ucapkan banyak terimakasih kepada rekan-rekan dilapangan atas kerjsama yang baik untuk mendorong Kabupaten Sukabumi lebih baik lagi.

Semua ini, kami lakukan sesuai dengan tupoksi untuk membantu dari pada Pak Bupati agar stunting serta AKI dan AKB di Kabupaten Sukabumi tidak ada.

Insya Allah saya akan berjuang terus. Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih kepada pimpinan yang sudah mempercayai saya menjadi Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi. Insya Allah saya akan berjuang maksimal untuk merealisasikan dan mensukseskan dari pada visi dan misi Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (Den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *