PT SCG Dukung Petani Jamur Milenial di Desa Wangunreja

  • Whatsapp
Yodsak Sombutareepanich selaku perwakilan SCG Management
Penyerahan hadiah lomba Tiktok ekonomi sirkular diserahkan oleh Yodsak Sombutareepanich selaku perwakilan SCG Management kepada para pemenang.

SUKABUMI – PT SCG melalui PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi mendukung kelompok petani jamur milenial di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung melalui program pemberdayaan masyarakat Tahun 2021 yang berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perindustrian dan ESDM dan Pemerintah Desa Wangunreja.

Program yang diresmikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sejalan dengan program petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan target 100.000 petani milenial produktif dan aktif hingga 2023.

Bacaan Lainnya

Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Somchai Dumrongsil mengatakan, di masa pandemi COVID-19, bukan hal yang mudah untuk bertahan dalam bisnis.

Atas dasar hal tersebut, ia berharap melalui pembinaan program ekonomi produktif ini dapat menjadi motivasi dan sarana bagi para pelaku usaha untuk dapat bertahan dan lebih baik lagi dalam mengembangkan usahanya.

“PT SCG ingin menjadi bagian dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan produktif melalui pengembangan program ekonomi produktif di lima desa yang berada di sekitar wilayah operasional kami,” kata Somchai pada Kamis (23/09).

PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi kembali melanjutkan komitmennya dengan mendukung pengembangan UMKM melalui program pemberdayaan masyarakat pada bidang ekonomi produktif.

Tahun ini, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi menyoroti proses pembinaan dan pendampingan yang intensif agar dapat menggali potensi di lima desa. Peserta pelatihan kewirausahaan tidak hanya mendapatkan pendanaan untuk pengembangan bisnis.

Namun pembinaan serta pendampingan dari instansi terkait yang disesuaikan dengan bidang usaha seperti Dinas Perindustrian dan ESDM, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi serta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

“Berbagai inisiatif program kontribusi sosial telah dilakukan oleh PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi yang menekankan kepada lima aspek penting dalam hidup. Seperti infrastruktur, kesehatan, agama budaya, pendidikan dan ekonomi produktif.

Mulai dari pembangunan jalan, Posyandu, program peningkatan gizi balita, ibu hamil dan lansia, renovasi masjid dan lebih dari 400 beasiswa berprestasi telah diberikan pada bidang pendidikan.

Adapun pada bidang ekonomi produktif sendiri, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi telah mendukung lebih dari 50 UMKM di lima desa sebagai salah satu implementasi program pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi produktif sejak tahun 2019,” bebernya.

Kepala Bidang Industri Agro Dinas Perindustrian dan ESDM Kabupaten Sukabumi, Yana mengatakan, pola pembinaan program CSR dengan melibatkan dinas teknis yang telah dilakukan oleh PT SCG diharapkan bisa direplikasi oleh pelaku industri lainnya agar ada keberlanjutan antara dana CSR dengan APBD.

“Kami juga menghimbau bagi para pelaku industri yang memperoleh bantuan dana CSR serta belum memiliki perizinan diharapkan untuk menghubungi DPESDM. Sehingga kami dapat membantu dalam proses perizinan tanpa biaya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan ESDM Kabupaten Sukabumi, Aam Amar Halim menjelaskan, pihaknya telah menyadari bahwa peningkatan ekonomi menjadi pondasi penting demi mencapai kehidupan yang lebih baik.

“Kami mengapresiasi kontribusi SCG yang dalam pengembangan program ekonomi produktif ini. Kami berharap program pemberdayaan masyarakat ini terus berlangsung dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (Den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *