KABUPATEN SUKABUMI

Pekerja Migran Sukabumi Diperlakukan Tidak Manusiawi di Arab Saudi, Keluarga Kaget

×

Pekerja Migran Sukabumi Diperlakukan Tidak Manusiawi di Arab Saudi, Keluarga Kaget

Sebarkan artikel ini
pekerja-Migran-Simpenan-Sukabumi
Tangkapan layar status Facebook

SIMPENAN – Niat ingin bayar hutang, pasca berpisah dengan suaminya Elih Haryati (27) warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pilih jadi tenaga kerja wanita ke timur tengah dengan tujuan Arab Saudi.

Namun, kabar kurang mengenakan didapat keluarga bahwa Elih Hayati bukannya mendapat pekerjaan yang layak, malah mendapat perlakuan yang kurang bersahabat dilakukan majikannya.

Bank bjb Tandamata

Diungkapkan ibu kandung Elih Hayati, Elas Masmawati (43), anaknya berangkat bekerja ke luar negeri dengan tujuan Arab Saudi atas keinginan sendiri, dan baru bekerja sekitar lima bulan, bahkan sempat meminta izin kepada keluarga.

“Izin dulu ke si bapak, yang menandatanganinya disini,sudah cerai sama suaminya ninggalin anak 4 masih kecil, tidak ada yang nyuruh keinginan sendiri,” ujarnya.

“Awalnya bilang ke saya pingin kerja untuk bayar hutang disini, makanya sama ibu sekarang disini dicicil, kalau tidak disetorin sama ibu sama siapa lagi,” imbuhnya.

Diterangkan Elas, keberangkatan anaknya untuk bekerja keluar negeri tidak ada yang memaksa dan keinginan sendiri dengan maksud ingin melunasi utang setelah perpisahan dengan suaminya.

“Awalnya kabar yang diterima katanya mamah alhamdulillah sekarang sudah dapat majikan, malah dia sudah ke kantor mau dikontrak kata dia, waktu itu sudah ada 3 bulan kurang lebih di sana,” jelasnya.

Namun, lanjut Elas dalam beberapa hari keluarga kaget sesaat mendengar kabar Elih mendapat perlakuan yang tidak sewajarnya dari majikan, bahkan dari informasi yang diterima keluarga alat komunikasi atau HP dirampas oleh majikannya.