KABUPATEN SUKABUMI

Pasokan Air Bersih Mulai ‘Mogok’

×

Pasokan Air Bersih Mulai ‘Mogok’

Sebarkan artikel ini

CICURUG — Memasuki musim kemarau tahun ini, pasokan air dari perusahan milik daerah mulai tersedat. Seperti yang terjadi di Kecamatan Cicurug yang sudah mulai mengeluh soal pelayanan Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi yang sudah tidak ngocor lagi. Padahal, wilayah tersebut diketahui merupakan wilayah penghasil air untuk beberapa produk minuman merk Nasional.

Kondisi, tersendatnya saluran air diakibatkan oleh pasokan air yang tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Bank bjb Tandamata

Keluhan itu seperri yang dilontarkan salah seorang warga Kampung Kaum Tengah RT (1/3) Cicurug Endi Ruhendi (45) yang mengeluhkan air sudah tidak mengalirnya beberapa Minggu bahkan ada yang sudah berbulan-bulan tidak mengalir. Menurutnya, saat ini warga geram terlebih tidak adanya penjelasan dari Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) kepada warga. “Kami sudah beberapa kali memberitahu, namun sama saat ini tidak ada penanganan serius dari yang berwenang,” keluh Endi kepada koran ini, Senin (20/8).

Sementara, saat ini musim dipake untuk keperluan sehari-hari. Demi mendapatkan air, warga rela sampai bergadang menunggu air mengalir. Parahnya, warga sampai harus berjalan dengan jarak tempuh beberapa ratus meter serta mengantri hanya untuk mendapatkan air bersih. “Ke sebagian warga, aliran Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) lancar, tapi ke warga lainnya tidak. Ada juga yang hanya ngalir di malam hari saja, bahkan ada yang sama sekali tidak ngalir baik siang maupun malam. Padahal, pembayaran normal,” geramnya.

Tetapi sambung Endi, dalam satu Minggu ini pelanggan yang biasanya mendapatkan air di malam hari saja, dalam satu Minggu terakhir sama sekali tidak mendaatkannya. Sementara, untuk kebutuhan sehari-hari warga harus menumpang di tempat warga lain yang memiliki air. “Warga jadi kesulitan buat kebutuhan sehari-hari seperti buat mandi, masak , mencuci dan lainnya. Apalagi ini musim hajatan, banyak membutuhkan konsumsi air,” ucapnya.

Menurutnya, warga yang dekat dengan aliran sungai dan persawahan masih bisa terbantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Namun, bagi warga jauh dari sungai kondisi inilah yang menyulitkan warga ditambah jika kualitas air dari sumur sudah tidak bagus. “Karena musim kemarau maka sumur wargapun kualitas airnya sudah tidak bagus lagi. Ada juga yang sudah kering,” tuturnya.

Ia berharap, instansi terkait dapat segera ceat tanggap untuk memperbaiki pelayanannya air kepada warga. Lantaran, warga sangat membutuhkannya demi keperluan sehari-hari. “Kami meminta kepada perusahaan air agar segera memperbaiki aliran yang tersendat saat ini. Jangan sampai seolah dibiarkan seperti saat ini,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perumda Air Minum TJM Kabupaten Sukabumi, Budi Arkah membenarkan sebagian wilayah pelanggan Cicurug yang tidak optimal pelayanan airnya. Karena, air bakunya sudah tidak cukup sebab eksisting debit air yang ada sudah tidak seimbang dengan jumlah pelanggan sekarang. “Tapi kita sudah mengupayakan agar konsumen tetap mendapatkan air walaupun tidak optimal,” akunya.

Guna mengatasi ini masih kata Budi, pihaknya sudah memprogramkan penambahan debit air untuk wilayah pelayanan Cabang Cicurug supaya pelayanannya optimal. Paling lambat awal tahun 2019 sudah terealisasi sekarang pengerjaannya sudah berjalan. “Untuk itu dimohon kepada pelanggan yang kurang optimal agar bersabar. Saya pastikan kalau pekerjaannya sudah selesai maka seluruh area pelayanan Cabang Cicurug airnya akan normal dan optimal, baik secara kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya,” pungkasnya.

 

(cr16/d)