KABUPATEN SUKABUMI

Paman Penusuk Keponakan di Sukabumi Diamankan Polisi

×

Paman Penusuk Keponakan di Sukabumi Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini
Seorang pria berinisial AS (55) ditangkap jajaran Polres Sukabumi setelah diduga menikam keponakannya sendiri, Jaenudin (39),

SUKABUMI – Peristiwa berdarah yang melibatkan hubungan keluarga menggegerkan warga Kabupaten Sukabumi. Seorang pria berinisial AS (55) ditangkap jajaran Polres Sukabumi setelah diduga menikam keponakannya sendiri, Jaenudin (39), dalam insiden penganiayaan berat di Kecamatan Simpenan.

Pelaku sempat melarikan diri pascakejadian pada Minggu (18/1/2026) siang, namun berhasil diamankan polisi pada Selasa (20/1) setelah dilakukan pengejaran intensif.

Bank bjb Tandamata

Kapolres Sukabumi AKBP Samian menegaskan penangkapan dilakukan cepat demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Pelaku berinisial AS sudah kami amankan setelah dilakukan pengejaran intensif sejak laporan diterima,” ujarnya di Mapolres Sukabumi.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono menjelaskan, penusukan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di Kampung Cibelender, Desa Cihaur. Saat itu korban sedang berada di depan rumah seorang saksi, lalu pelaku datang dan langsung menusukkan senjata tajam satu kali ke bagian perut kiri korban.

“Hubungan keduanya adalah paman dan keponakan. Tusukan mengenai area rusuk korban hingga menyebabkan luka serius,” ungkap Hartono.

Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke wilayah Ciemas karena panik dan khawatir menjadi sasaran amuk massa. Berkat koordinasi aparat dan pihak keluarga, AS akhirnya berhasil dibujuk dan ditangkap tanpa perlawanan.

Korban Jaenudin hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Palabuhanratu. Tim medis melakukan observasi ketat dan merencanakan pemeriksaan lanjutan berupa CT Scan untuk memastikan kondisi organ dalam.

Sementara itu, pelaku AS telah ditahan di sel Mapolres Sukabumi. Polisi memastikan proses penyidikan berjalan sesuai hukum, termasuk mendalami motif di balik aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa anggota keluarganya sendiri.(ndi/d)