P2WKSS di Desa Kebonpedes Sukabumi Soroti Pemberdayaan Eks Buruh Migran

Desa Kebonpedes Migran
Kepala Desa Kebonpedes, Dadan, saat memaparkan berbagai potensi untuk mensukseskan P2WKSS 2023

SUKABUMI – Pemerintah Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, mengimbau kepada seluruh warganya, khususnya pada kaum wanita untuk tidak tergoda dengan iming-iming kerja di luar negeri untuk menjadi buruh migran.

Imbauan ini, disampaikan langsung Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih lagi, di Kabupaten Sukabumi, Desa Kebonpedes merupakan salah satu desa yang masuk pada kategori lumbung buruh migran.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap perempuan di Desa Kebonpedes itu, tidak usah bekerja ke luar negeri yah, menjadi buruh migran. Karena, kita khawatir mereka dapat menjadi korban pihak yang tidak bertanggungjawab,” kata Dadan kepada Radar Sukabumi pada Kamis (19/01).

Menurut Dadan, di wilayah Desa Kebonpedes ini, terdapat 100 lebih warganya yang menjadi eks buruh migran. Namun, dari ratusan itu mayoritas mereka berada di wilayah Dusun Ranji, RW 08, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes.

“Di Dusun Ranji ini, ada 30 eks buruh migran. Sementara, warga yang masih tetap bekerja di luar negeri hingga 1 Januari 2023 itu, ada sembilan orang,” paparnya.

Masih kata Dadan, mayoritas warga Desa Kebonpedes yang bekerja sebagai buruh migran di luar negeri itu, mereka menjadi asisten rumah tangga di daerah Negara Bagian Timur Tengah dan Asia. Seperti Malaysia dan lainnya.

“Dari ratusan eks buruh migran itu, memang tidak sedikit mengalami masalah saat mereka bekerja di sana. Kebanyakan, persoalannya itu mereka berangkat ke luar negerinya menggunakan jalur tidak resmi atau illegal,” imbuhnya.

Dari 100 eks buruh migran ini, sambung Dadan, satu diantaranya telah dikabarkan meninggal dunia saat bekerja sebagai asisten rumah tangga di negara Saudi Arabia pada Januari 2022 lalu.

“Iya, meninggalnya karena penyakit Covid-19. Alhamdulillah, keluarganya sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melalui Disnakertrans Kabupaten Sukabumi pada waktu itu,” paparnya.

Sebab itu, untuk meminimalisir agar warganya tidak bekerja ke luar negeri. Pemerintah Desa Kebonpedes telah melakukan terobosan dan inovasinya yang bekerjasama dengan sejumlah dinas terkait di Kabupaten Sukabumi.

Seperti mengikuti pelaksanaan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tahun 2023.

“Wanita di Desa Kebonpedes tidak perlu lagi bekerja di luar negeri , tetapi alangkah baiknya bekerja saja di daerah ini karena banyak potensi yang bisa menghasilkan uang.

Untuk itu, kami sarankan untuk mengikuti program pemberdayaan. Karena peranan wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera ini, diharapkan bisa tercapai agar mereka tidak berangkat lagi kesana,” bebernya.

Sebab itu, melalui program P2WKSS ini para eks buruh migran di wilayah Desa Kebonpedes ini akan diberdayakan sesuai dengan keahlian dan keinginannya agar bisa melanjutkan kehidupan yang lebih baik lagi serta tidak kembali lagi bekerja ke luar negeri.

“Desa Kebonpedes masuk pada lumbung buruh migran. Eks buruh migran akan diberdayakan pada program P2WKSS. Salah satunya pemberdayaan wanita.

Seperti pertanian, pengolahan makanan, perikanan dan lainnya. Ini baru rencana. Mudah-mudahan dalam waktu dekat program ini bisa kita implementasikan dengan baik,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *