Tahun Ini Sembilan Sekolah di Kota Sukabumi Bakal Direhab

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi

SUKABUMI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi mencatat, ada sembilan sekolah yang menjadi acuan perbaikan atau pembangunan sekolah pada tahun 2023.

Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Sukabumi, Nurlaila mengatakan, sembilan sekolah ini merupakan hasil verifikasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dari pengajuan tahun 2022.

Bacaan Lainnya

“Data ini pengajuan tahun 2022 yang direalisasikan pada tahun ini yaitu 2023. Untuk pengajuan tahun kemarin sebenarnya banyak ya, hanya saja yang memberi keputusan kan di pusat kita hanya mengajukan saja dan kesembilan ini yang memang layak untuk dibantu,” terang Nurlaila saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya, Kamis (19/1).

Adapun kesembilan sekolah yang mendapat bantuan pembangunan tersebut diantaranya 4 SD dan 5 SMP dengan beragam kebutuhan, mulai dari lab komputer, WC, UKS dan perbaikan ruang kelas lainnya.

Menurut dia, sekolah yang mendapat prioritas perbaikan dilihat dari kondisi kerusakan yang dialami. Selain itu, juga dari asas kemanfaatan gedung.

“Sekolah yang mengalami rusak sedang dan rusak berat akan jadi prioritas. Selain itu, jumlah siswa yang dimiliki sekolah tersebut juga menentukan prioritas perbaikan,” tambahnya.

“Sekolah mengisi Dapodik terkait sarana dan prasarana yang ada dan nantinya akan ditarik oleh kementerian sekolah mana saja yang layak dan diperbaiki yang sesuai standar pendidikan dan verifikasi, nanti dilihat oleh kementerian mana yang hijau, kuning dan merah. Untuk yang mendapat bantuan sekolah yang memang masuk data hijau dan kuning,” ucapnya.

Sementara itu untuk pelaksanaan pembangunan masih menunggu dari Kemendikbudristek.

“Pelaksanaan masih menunggu juklas-juklis belum keluar dari kementerian, mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Sukabumi, Roni Abdurahman menambahkan, anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) saat ini mengalami penurunan. Hal tersebut dikarenakan lantaran banyaknya sekolah tidak memperbaharui data kondisi fasilitas di Data Pokok Pendidik (Dapodik). Sebab, penilaian perbaikan dilihat dari laporan tersebut.

“Masalahnya, ketika sekolah tidak update data di Dapodik, otomatis perbaikannya jadi telat dan tidak masuk prioritas,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya akan tetap memperhatikan kondisi sarana pendidikan di Kota Sukabumi dengan perencanaan yang matang. Salah satunya dengan membuat terobosan baru pada tahun 2023 dengan menggandeng tenaga ahli (konsultan) bangunan atau konsultan perencanaan untuk melakukan penyusunan Dapodik di setiap sekolah.

Hal ini dilakukan untuk mempermudah atau membantu pihak sekolah dalam membuat laporan Dapodik. Sehingga, sekolah bisa dengan mudah mengupgrade data kerusakan di Dapodik. (wdy)

Pos terkait