MUI Ikut Menolak Pendirian SMA Negeri di Kalapanunggal

Ketua MUI Kecamatan Kalapanunggal Ujang Shobandi dan jajaran Forum Silaturahmi Kepala Sekolah (Kepsek) se-Kelapanunggal menolak secara keras pendirian SMA Negeri.

SUKABUMI — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kalapanunggal Ujang Shobandi ikut menolak dengan adanya wacana pendirian SMA Negeri di Kecamatan Kelapanunggal, menurutnya melihat kondisi di wilayah Kalapanunggal sudah banyak berdiri sekolah yang berbasis islami, ketika adanya pendirian SMA Negeri diwilayah tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap dunia pendidikan yang sudah ada.

“Kami sebagai MUI untuk menjaga kemulyaan agama dan umat tentunya tidak ingin generasi muda khususnya yang beragama islam akan rusak dimasa yang akan datang, “jelas Ujang kepada radar sukabumi.

Bacaan Lainnya

Secara jelas, MUI berpendapat bahwa ketika adanya pembangunan SMA Negeri di wilayah Kelapanunggal banyak negatifnya seperti akan mematikan sekolah ada, guru-guru akan kehilangan pekerjaannya.

Apalagi kebanyakan sekolah di Kalapanunggal yang ada berbasis islami. Untuk itu dirinya berpendapat dengan apa yang dikatakan oleh Forum Silaturahmi Kepala Sekolah se-Kalapanunggal untuk menolak wacana pembangunan SMA Negeri.

“Kami mengutamakan kemaslahatan umat, ya mengutamakan pendidikan sah-sah saja, tapi ada dampak yang lebih banyak dari pendirian SMA Negeri ini, “tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Forum Silaturahmi Kepala Sekolah (Kepsek) se-Kelapanunggal Irman Firmansyah mengatakan bahwa pihaknya tetap akan menolak wacana pembangunan SMA Negeri tersebut, karena dengan alasan bahwa sekolah swasta di Kalapanunggal sudah lebih cukup keberadaanyanya, dengan jumlah siswa lulusan dari SLTP yang hanya 900san dan daya tampung SMK/MA 1200 orang, hal tersebut masih sangat kekurangan.

“Kalaupun SMA Negeri berdiri disini, bagaimana nasib kedepan kita sekolah swasta, dampaknya selain kepada sekolahnya tetapi lihatlah guru-gurunya yang merupakan warga asli disini, “terangnya.

Masalah bangunan, saat ini pihaknya sekolah yang ada sudah mempuni dan memadai, seperti sekolah Al-Bashry semuanya sudah lengkap, baik dari segi pramuka, Karate dan olahraga lainnya sudah berjalan. Bahkan kelas-kelas yang sudah dibangun sudah memenuhi standar.

Banyak pejabat-pejabat yang sudah diciptakan dari sekolah dari Kalapanunggal, itu artinya pendidikan disini tidak kalah bagusnya.

“Kalaupun ingin meningkatkan SDM yang ada, carikan solusi bagaimana lulusan SLTP yang tidak melanjutkan sekolah tetapi memilih bekerja, itu adalah solusi baik, coba didorong mereka yang tidak ingin sekolah agar bisa sekolah, “tukasnya. (bam/d)

Pos terkait