MKKS Kabupaten Sukabumi Punya Ketua Baru

Suasana saat pemilihan ketua MKKS Kabupaten Sukabumi
PEMILIHAN : Suasana saat pemilihan ketua MKKS Kabupaten Sukabumi.(Foto : ist)

SUKABUMI – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Sukabumi resmi berganti pimpinan dari Juanda Kepala SMK Negeri 1 Cibadak kepada Andriana kepala sekolah SMK Jam’Iyyatul Aulad Palabuhanratu.

Andriana akan menjabat sebagai ketua MKKS Kabupaten Sukabumi untuk masa jabatan 2022- 2025 menggantikan Juanda yang sebelumnya mengundurkan diri.

Bacaan Lainnya

Andriana sendiri dalam pemilihan yang dilaksanakan, Rabu, (28/9) kemarin di salah satu hotel di Sukabumi unggul diposisi pertam dengan memperoleh suara terbanyak yakni 51 suara, diperingkat kedua Fajar Anugrah W mendapatkan 35 suara, untuk posisi ke tiga diraih Herman Suherman mendapat 28 suara, posisi ke empat oleh H. Sulasman yang mendapat 17 suara sementara di posisi ke lima di dapat Iwan tidak mendapat suara.

Diungkapkan ketua panitia pelaksana Jalaludin kepala sekolah SMK Bahari, dalam pemilihan yang dilaksanakan secara voting dari jumlah 163 orang yang memiki hak suara memilih, yang hadir dan menyalurkan hak suaranya sebanyak 131 sementara abstain dua orang dan tidak hadir sebanyak 30 orang.

“Pelaksanaan pemilihan kemarin, Alhamdulillah berjalan dengan lancar, kondusif dan aman,” ungkap Jalaludin. Kamis, (29/9).

Dengan terpilihnya ketua MKKS Kabupaten Sukabumi yang baru yakni Andriana bisa memberikan warna baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi tingkat SMK kearah yang lebih baik dan kedepan minat masyarakat melanjutkan sekolah ke tingkat atas meningkat.

“Mudah mudahan kedepan sekolah sekolah tingkat SMK baik swasta maupun negeri di Kabupaten Sukabumi banyak peminat,” terangnya.

Sementara itu, ketua MKKS terpilih Andriana menambahkan MKKS Kabupaten Sukabumi menaungi 163 SMK yang terdiri dari 152 SMK Swasta dan 11 SMK Negeri, dengan terpilihnya dirinya akan meningkatkan sinergitas dan komunikasi antar Kepala sekolah SMK sehingga tidak ada lagi dikotomi swasta dan negeri.

“Tidak ada lagi istilah sekolah besar dan kecil. Melaksanakan kegiatan lomba-lomba untuk seleksi pada kegiatan level Provinsi dan Nasional seperti LKS, Epitec dan lainnya,” timpalnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *