KABUPATEN SUKABUMI

Miris, Dua Bocah Diperalat

×

Miris, Dua Bocah Diperalat

Sebarkan artikel ini

Sebelumnya, kedua bocah ini juga menjual Hp hasil curian SB kepada salah seorang pegawai jasa antar barang. “Saya jual Hp-nya Rp550 ribu. Sudah biasa jualnya ke dia. Saya diantar Rk,” akunya lagi saat diinterogasi petugas.

Dari hasil menjual barang curian itu, ia mengaku hanya kebagian untuk makan saja. “Saya tak kebagian uangnya, tapi hanya makan saja. Kalau saya gak mau, saya diancam,” jelasnya lagi.

Bank bjb Tandamata

Semenjak putus sekolah dari kelas 5 SD, IR dan Rk mengaku kerap mengamen di kawasan Cibadak. Hasil mengamen itu rata-rata Rp100 ribu per hari. “Orang tua masih ada, tapi mereka tak kerja. Makanya saya ngamen,” ulasnya.

Setelah keduanya diamankan, pemilik HP, Devi dan warga mendatangi terduga pelaku pencuri. Dia tinggal di saung, di atas bebatuan Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP).

Saat diinterogasi, SB tak bisa mengelak lagi dan langsung digiring ke Mako Polsek Palabuhanratu. “Iya saya mencuri HP di dalam rumah,” akunya saat di balik jeruji besi Mako Polsek Palabuhanratu.
Kapolsek Palabuhanratu, Kompol Saidina membenarkan pihaknya telah mengamankan kawanan pencuri yang melibatkan satu pemuda dan dua bocah.